Abstrac Masyarakat Dayak Kanyatan berpedoman pada Hukum Adat yang berlaku, salah satunya adalah adat Perceraian yang masih ditaati dan dilaksanakan hingga sekarang. Adat perceraian di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah dilakukan secara turun menurun dan diwariskan dari nenek moyang. Adat perceraian di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah telah mengalami pergeseran dimana barang-barang tersebut cenderung digantikan atau dibayar dengan sejumlah uang atau dapat dikatakan barang-barang tersebut mengalami kelangkaan. Misalnya seperti Tempayan yang digunakan haruslah tempayan yang bergambar naga, namun seiring berjalannya waktu tempayan tersebut semakin sulit ditemukan, dan sekarang dapat digantikan dengan tempayan biasa (yang tidak memiliki gambar naga). Sehingga banyak pasangan suami istri yang bercerai tidak melaksankaan adat perceraian sesuai dengan ketentuan Hukum Adat yang berlaku.Adapun rumusan masalah “Apakah Perceraian Masyarakat Adat Dayak Kanayatn Di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah Telah Dilaksanakan Sesuai Ketentuan Adat Yang Berlaku?”, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi mengenai adat perceraian masyarakat adat Dayak Kanyatan di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah, untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya pergeseran adat perceraian pada masyarakat Adat Dayak Kanayatn di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah, untuk mengungkapkan akibat hukum bagi yang melakukan perceraian menurut hukum adat Dayak Kanayatn di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah, untuk mengungkapkan upaya yang dilakukan Ketua Adat atau Pengurus Adat kepada pihak yang bercerai pada masyarakat Dayak Kanayatn di Desa Pak Bulu Kecamaan Anjongan Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian hukum empiris yaitu dengan menggambarkan keadaan pada waktu penelitian dan menganalisis hingga mengambil kesimpulan. Sifat penelitian ini adalah penelitian Deskriptif. Analisis data yang digunakan untuk penelitian adalah analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang dicapai, bahwa adat perceraian di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah tetap dilaksanakan berdasarkan ketentuan hukum adat tetapi sudah mengalami pergeseran. Bahwa faktor penyebab tidak dilaksanakannya adat perceraian sebagaimana mestinya dikarenakan faktor ekonomi dan faktor perubahan zaman. Bahwa akibat hukum dari perceraian menurut adat Dayak Kanayatn membawa akibat hukum terhadap anak-anak dan harta warisan. Bahwa upaya yang dilakukan fungsionaris adat adalah melakukan musyawarah baik dengan keluarga kedua belah pihak maupun dengan pasangan yang bercerai sebelum diputuskannya perceraian.Kata Kunci : Masyarakat, Dayak Kanayatn, Perceraian, Adat Abstrak The Dayak Kanyatan community is guided by the prevailing customary law, one of which is the Divorce custom which is still adhered to and implemented today. Divorce customs in Pak Bulu Village, Anjongan District, Mempawah Regency are carried out from generation to generation and are passed down from ancestors. Divorce customs in Pak Bulu Village, Anjongan District, Mempawah Regency have experienced a shift where these items tend to be replaced or paid for with a certain amount of money or it can be said that these items are experiencing scarcity. For example, the jar used must have a dragon picture on it, but as time goes by these jars are getting harder to find, and now it can be replaced with an ordinary jar (which doesn't have a dragon picture on it). So that many divorced married couples do not carry out the customary divorce in accordance with the provisions of the applicable customary law.As for the formulation of the problem "Is the Divorce of the Dayak Kanayatn Indigenous People in Pak Bulu Village, Anjongan District, Mempawah Regency Has Been Implemented In Accordance with Applicable Customary Provisions?", this study aims to obtain data and information regarding the customary divorce of the Dayak Kanyatan indigenous people in Pak Bulu Village, Anjongan District, Regency Mempawah, to find out the factors causing the shift in divorce customs in the Dayak Kanayatn Indigenous people in Pak Bulu Village, Anjongan District, Mempawah Regency, to reveal the legal consequences for those who carry out the divorce according to Dayak Kanayatn customary law in Pak Bulu Village, Anjongan District, Mempawah Regency, to reveal the efforts made carried out by the customary leader or traditional administrator for the divorced party in the Kanayatn Dayak community in Pak Bulu Village, Anjongan District, Mempawah Regency. This study uses an empirical legal research method by describing the study and analyzing to draw conclusions. The nature of this research is descriptive research. Data analysis used for research is analysis used for research is qualitative data analysis.The results of the research were that the divorce custom in Pak Bulu Village, Anjongan District, Mempawah Regency was still carried out based on customary law provisions but had experienced a shift. Whereas the factors causing the divorce custom not to be implemented properly are due to economic factors and changing times. That the legal consequences of divorce according to the Dayak Kanayatn custom have legal consequences for children and inheritance. That the efforts made by customary functionaries are to hold deliberations both with the families of both parties and with the divorced spouse before the divorce is decided.Keywords: community, Dayak Kanayatn, Divorce, Adat.
Copyrights © 2023