Beras merupakan salah satu makanan pokok sebagai sumber karbohidrat. Upaya dalam mengurangi ketergantungan akan konsumsi beras yaitu dengan mengembangkan beras analog. Jurnal ini membahas beberapa kandungan antioksidan dari olahan berbagai tanaman sebagai bahan baku beras analog. Metode pengujian antioksidan yang dipilih untuk di review pengujian antioksidan pada olahan beras analog yaitu metode (DPPH) karena metode ini banyak digunakan dalam berbagai penelitian antioksidan. Beras analog yang ditemukan penulis dari beberapa pustaka antara lain beras analog Beras analog tepung sagu baruk Arenga microcarpha dan tepung ubi jalar ungu (Ipomea batatas L. Poiret), Tepung Komposit (Gadung, Jagung, Mocaf) Dengan Penambahan Pewarna Angkak, Ubi jalar merah (Ipomea batatas) ditambah tepung singkong (Manihot utillisima) dan wortel (Daucus carota), Tepung ubi jalar putih ditambah kecambah jagung putih (Zea mays L.) dan kacang hijau (Vigna radiata L.) serta tepung sagu, Tepung mocaf ditambah tepung jagung (Zea mays L.) dan tepung kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) dan Tepung tapioka, kedelai dan pewarna alami bayam merah (Alternanthera amoena V) dan hijau (Amaranthus tricolor L) . Hasil review menunjukkan tingkat aktivitas antioksidan yang tertinggi terdapat pada beras analog tepung tapioka, kedelai dan pewarna alami bayam merah (Alternanthera amoena V) 85,21% dan terendah ditemukan pada tepung mocaf, tepung jagung (Zea mays L.) dan tepung kecambah kacang hijau (Vigna radiata L.) 13,85%.
Copyrights © 2022