Sampah plastik merupakan sampah yang sulit dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terurai. Terutama barang-barang kebutuhan rumah tangga banyak sekali yang terbuat dari plastik. Hal ini karena plastik mudah ditemukan dan murah. Tapi di sisi lain, plastik menjadi momok masyarakat karena dapat mencemari lingkungan. Warga yang masih sembarangan membuang sampah akan mengakibatkan aliran sungai menjadi tersumbat sehingga dapat menyebabkan banjir. Warga sulit berhenti total dalam menggunakan benda – benda yang terbuat dari plastik tetapi yang paling memungkinkan adalah bisa memakai ulang (reuse), mengurangi pemakaian (reduce) dan mendaur ulang (recycle). Permasalahan yang dihadapi warga ialah bagaimana menghadapi dan menangani sampah yang sudah dihasilkan. Sehingga dengan meredam kegiatan “menyampah” warga melakukan daur ulang sampah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah penyuluhan, pelatihan serta pendampingan kepada Warga Desa Kajartengguli. Dimana warga diberikan penjelasan terkait sampah dan pengolahannya. Narasumber kegiatan ini dari staf DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan sampah untuk memanfaatkan sampah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Warga diharap bisa berinovasi untuk mengolah sampah menjadi produk yang berguna. Hasil dari kegiatan ini yaitu warga Desa Kajartengguli merespon dengan baik dalam menyikapi sampah rumah tangga serta kemampuan warga terhadap 3R juga meningkat dan menghasilkan barang kerajinan dari sampah plastik, seperti tas dan kotak tisu dari sampah bungkus kopi.
Copyrights © 2023