Pelayanan farmasi merupakan pelayanan yang krusial di rumah sakit karena setiap pasien yang berobat ke rumah sakit selalu mendapatkan terapi berupa obat yang disediakan oleh unit farmasi. Obat yang diterima oleh gudang Farmasi seringkali tidak disertai dengan faktur yang memuat tentang rincian obat. Tanpa ada faktur tersebut, pihak gudang farmasi tidak dapat menginput data obat ke dalam sistem informasi sehingga memperlambat penggunaan/pelayanan obat oleh pasien. Oleh karena itu, analisis fishbone dilakukan untuk mengidentifikasi akar masalah atas keterlambatan faktur. Analisis fishbone dilakukan dengan brainstorming kepada para top manajemen, tenaga pelaksana, dan pihak distributor. Berdasarkan analisis fishbone yang telah dilakukan, diperoleh bahwa akar masalah dari keterlambatan faktur di gudang farmasi yaitu rendahnya kepedulian distributor untuk memberikan faktur kepada pihak gudang farmasi.
Copyrights © 2023