Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Efektivitas Intervensi Colek dalam Peningkatan Perilaku Patient Safety Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih; Dewi Mardahlia; Restu Yunus
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v11i3.500

Abstract

Patient safety is an important issue in global hospital services. One of the factors related to patient safety is the patient safety behavior of the medical staff, including nurses as health workers with the largest proportion in hospitals. This study aimed to determine the effectiveness of Colek intervention to improve patient safety behaviors of hospital nurses in Samarinda City. This experimental research used a pretest-posttest control group design. The samples were 60 people that were divided into two groups. Group A received an intervention in the form of a patient safety book, and group B received an intervention with a patient safety book and the Colek intervention. Colek intervention was an education program focusing on expanding knowledge, increasing awareness, developing leadership skills, and improving patient safety behavior. The data were analyzed using the Wilcoxon test and Mann-Whitney test. This study found that the mean of pretest in group A and group B had the same score (38,5 with an SD of 31,5). The mean post-test in group A was 46,0 with an SD of 57,5 while the mean of post-test in group B was 63,0 with an SD of 71,0. The results of this study showed a significant difference (p=0,001) between before and after the intervention using the patient safety book. A significant difference (p=0,000) was also found between before and after the intervention using the patient safety book and the Colek intervention. The Colek intervention was an effective way to improve the patient safety behavior of the hospital nurses in Samarinda City.
PEMANFAATAN LIMBAH SI KULEM (KULIT LEMON) SEBAGAI LILIN AROMATERAPI LEMON PADA IBU HAMIL DALAM MENGURANGI MUAL MUNTAH DIMASA PANDEMIK COVID RR Nindya Mayangsari; Rysky Diah Anggraini; M. Ardan; Nurhasanah
Jurnal Abditani Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v5i2.172

Abstract

Sampah rumah tangga seperti kulit lemon adalah limbah yang bersifat zat organikyang biasa dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan. Penggunaan limbah seperti kulit lemon ternyata dapat dijadikan sebagai lilin aromaterapi yang bernilai jual tinggi dan bermanfaat dalam mengurangi rasa mual dan muntah yang sering dialami oleh ibu hamil. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan mengedukai ibu hamil dalam mengelola kulit lemon menjadi lilin aromaterapi lemon. Program pengabdian ini diawali sosialisasi kepada pemerintah, kepada ibu hamil serta demonstrasi dan pendampingan kepada 20 ibu hamil selama 4 minggu. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa anggota rumah tangga partisipan telah mengelola sampah kulit lemon dengan baik sehingga meningkatnya semangat dari masyarakat untuk mendampingi dalam pembuatan lilin aromaterapi.
Analisis Fishbone sebagai Implementasi Solusi Keterlambatan Faktur pada Gudang Farmasi Nurhasanah Nurhasanah; Andarisma; Christianus Natalis Hurang; Fahri Guslan Haimin; Indah Triesna Uyang; Retno Handayani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2.2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.941 KB)

Abstract

Pelayanan farmasi merupakan pelayanan yang krusial di rumah sakit karena setiap pasien yang berobat ke rumah sakit selalu mendapatkan terapi berupa obat yang disediakan oleh unit farmasi. Obat yang diterima oleh gudang Farmasi seringkali tidak disertai dengan faktur yang memuat tentang rincian obat. Tanpa ada faktur tersebut, pihak gudang farmasi tidak dapat menginput data obat ke dalam sistem informasi sehingga memperlambat penggunaan/pelayanan obat oleh pasien. Oleh karena itu, analisis fishbone dilakukan untuk mengidentifikasi akar masalah atas keterlambatan faktur. Analisis fishbone dilakukan dengan brainstorming kepada para top manajemen, tenaga pelaksana, dan pihak distributor. Berdasarkan analisis fishbone yang telah dilakukan, diperoleh bahwa akar masalah dari keterlambatan faktur di gudang farmasi yaitu rendahnya kepedulian distributor untuk memberikan faktur kepada pihak gudang farmasi.
Strategi Pemecahan Masalah Penumpukan Pasien di Apotek Rawat Jalan fahri guslan haimin; Nurhasanah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.1039

Abstract

Unit apotek rawat jalan merupakan sarana pengambilan obat pada setiap pasien yang berada di rumah sakit yang telah menerima pelayanan dari dokter maka akan mengambil obat ke apotek rawat jalan maupun apotek rawat inap yang ada di rumah sakit. Banyaknya pasien dan atau keluarga pasien yang mengambil obat menyebabkan terjadinya penumpukan jumlah orang di depan loket pengambilan obat. Penumpukan ini mengakibatkan tertutupnya jalan untuk orang lain ataupun petugas untuk lewat pada jalan tersebut serta dapat mengakibatkan penurunan kepuasan pasien. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan strategi pemecahan masalah penumpukan pasien pada proses pengambilan obat di depan apotek rawat jalan di rumah sakit.. Metode yang digunakan yaitu metode fishbone yang dilakukan untuk mengetahui akar masalah terjadinya penumpukan pasien saat pengambilan obat. Analisis fishbone diperoleh melalui wawancara mendalam kepada staf di apotek rawat jalan. Berdasarkan analisis fishbone yang telah dilakukan, diperoleh bahwa akar masalah yaitu pasien yang sudah menerima pengobatan dan ingin mengambil obat dari poli berdatangan bersamaan, dan keluarga pasien yang ikut mengantar juga ikut mengantri di tempat yang sama. Strategi pemecahan masalah yang direkomendasikan yaitu koordinasi dengan dokter di poliklinik, mengoptimaslkan aplikasi online, mengevaluasi kinerja, dan menambah tenaga kerja.
PKM Klinik Ramlah Parjib Dalam Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Melalui Pelayanan SMARTER dan RCA Patient Safety M. Ardan; Ferry Fadzlul Rahman; Nurhasanah Nurhasanah; Jihan Patrizia; Audy Nabilla Caroline; Razil Rifqi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Klinik merupakan fasilitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan medis dan/atau spesialistik perorangan. BPM/Klinik hanya 14,4% melakukan pelayanan komplementer dan 86,2% belum mengikuti seminar/pelatihan. Sedangkan mitra Klinik Ramlah Parjib, hasil FGD menyebutkan hanya ada 20% tenaga bidan terlatih komplementer sehingga kurang optimal dalam pemberian pelayanan. Pemantauan mitra, 4 dari 10 ibu postpartum cenderung mengalami kecemasan berlebih hingga depresi ringan dan membutuhkan penanganan lanjut agar tidak berdampak lebih luas pada mental Kesehatan Ibu dan Anak. Selain itu, Klinik memiliki korelasi kuat terhadap kebutuhan service excellence yang penerapannya menitikberatkan pada keterampilan, tindakan, tanggung jawab, sikap dari tenaga kesehatan. Kemampuan manajemen budaya Patient Safety juga sangat dibutuhkan dalam mengidentifikasi permasalahan klinik. PkM ini menuju Kemandirian Kesehatan dalam meningkatkan keterampilan pelayananan petugas kesehatan, serta meningkatkan manajemen klinik yang optimal, sehingga yang dicapai dalam jangka panjang 1). Meningkatnya kemampuan keterampilan tenaga kesehatan khususnya para bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan pada ibu postpartum sebagai salah satu indikator dalam mencegah kemungkinan tingkat depresi ibu semakin tinggi/parah pasca persalinan; 2). Meningkatnya pemahaman dan kemampuan manajemen klinik dalam meningkatkan budaya patient safety agar mampu menganalisis masalah menggunakan Root Cause Analysis dengan pendekatan Procalysis Mobile. Hasil luaran Pengabdian pencapaian sementara Rata-rata peningkatan keterampilan mitra setelah dilakukan pelatihan meningkat 91,5% keterampilan pelayanan SMARTER dan 83,3% keterampilan Root Cause Analysis Patient Safety.
Efektivitas Intervensi Colek dalam Peningkatan Perilaku Patient Safety Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih; Dewi Mardahlia; Restu Yunus
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 11 No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Patient safety is an important issue in global hospital services. One of the factors related to patient safety is the patient safety behavior of the medical staff, including nurses as health workers with the largest proportion in hospitals. This study aimed to determine the effectiveness of Colek intervention to improve patient safety behaviors of hospital nurses in Samarinda City. This experimental research used a pretest-posttest control group design. The samples were 60 people that were divided into two groups. Group A received an intervention in the form of a patient safety book, and group B received an intervention with a patient safety book and the Colek intervention. Colek intervention was an education program focusing on expanding knowledge, increasing awareness, developing leadership skills, and improving patient safety behavior. The data were analyzed using the Wilcoxon test and Mann-Whitney test. This study found that the mean of pretest in group A and group B had the same score (38,5 with an SD of 31,5). The mean post-test in group A was 46,0 with an SD of 57,5 while the mean of post-test in group B was 63,0 with an SD of 71,0. The results of this study showed a significant difference (p=0,001) between before and after the intervention using the patient safety book. A significant difference (p=0,000) was also found between before and after the intervention using the patient safety book and the Colek intervention. The Colek intervention was an effective way to improve the patient safety behavior of the hospital nurses in Samarinda City.
Pengaruh Kompetensi terhadap Keselamatan Pasien pada Perawat Safrin; Nurhasanah; Erwin Purwaningsih
Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 17 No. 3 (2025): Special Issue
Publisher : Faculty of Economics and Business, University of Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/permana.v17i3.960

Abstract

Abstrak Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan rumah sakit. Meskipun sangat penting, masih sering terjadi insiden seperti keterlambatan tindakan medis dan kegagalan komunikasi antar petugas. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya kompetensi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas sesuai prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana kompetensi perawat berpengaruh terhadap keselamatan pasien di RSUD I.A Moeis Samarinda. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 305 perawat, dan sampel diambil secara random sebanyak 129 responden menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor keselamatan pasien sebesar 38.914 dan rata-rata kompetensi perawat 26.325. Uji Spearman menunjukkan nilai korelasi r = 0.079 dengan p-value = 0.374, yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi dan keselamatan pasien. Kesimpulannya, kompetensi perawat tidak secara langsung memengaruhi keselamatan pasien. Oleh karena itu, peningkatan mutu pelayanan rumah sakit harus dilakukan melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, termasuk pelatihan berkelanjutan dan penguatan budaya keselamatan di lingkungan kerja.
Distorse Information Technology to Endanger Depression in Diabetes Mellitus Patients Erwin Purwaningsih; Zulkifli Umar; Nurhasanah
Poltanesa Vol 26 No 2 (2025): December 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v26i2.3504

Abstract

More than half of the mental health problems that impact one-third of individuals with diabetes mellitus go undiagnosed. Stress has an effect on physical health in addition to upsetting the mind. Distorse is e-learning about respondents' mental health and e-health in the form of mobile health (which includes apps, technology, and health resources).The early diagnosis approach for depressed conditions experienced by individuals with diabetes mellitus undergoing treatment has been modernized with the Sobat Antasari method. The purpose of this study is to keep people with diabetes mellitus mentally healthy and lower their depression levels. The 66 respondents in this quasi-experimental study were split into two (two) groups using proportional random sampling, and the study included a pretest-posttest design with a control group. The depression anxiety stress scales (DASS), an internationally validated questionnaire, are the instrument utilized in this study. With a p-value of 0.036, the study's findings demonstrated that the Early Detection of Fatality Caused by Diabetes Mellitus intervention group was impacted by efforts to employ Distorse media. This demonstrates that the degree of depression before and after the use of book media and Distorse applications differs significantly. However, with a p-value of 0.299>0.05, the control group, which received simply mental health book media, did not show any significant evaluation outcomes. The combination intervention of book media and Distorse applications has been shown to be effective in significantly lowering the level of depression in patients with diabetes mellitus.
Improving Digital and Health Literacy: The "E-Sehati" Program for the Family Welfare Empowerment Group of Sempaja Selatan Abdul Hamid Kurniawan; Musdalifah Maulita; Rufina Hurai; Syafei Karim; Nurhasanah
Poltanesa Vol 26 No 2 (2025): December 2025
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v26i2.3520

Abstract

The Family Welfare Empowerment (PKK) organization in Sempaja Selatan encounters several challenges, including gaps in digital access and suboptimal health conditions, where recurring floods often worsen public health issues. To overcome these problems, the E-Sehati program short for Business, Healthy Living, and Digital was introduced as an initiative to educate communities on digital technology use and to encourage clean and healthy living behaviors, especially among vulnerable populations. This research aims to design and assess the effectiveness of the E-Sehati program in enhancing digital literacy, particularly in relation to health behavior, and ultimately improving the community’s quality of life. The development of the E-Sehati program adopted the Waterfall model, which progresses through stages from analysis to evaluation. It focuses on educating participants about ten essential household health practices, including childbirth assisted by health professionals, exclusive breastfeeding, regular weighing of infants and toddlers, the use of clean water, proper handwashing, adequate sanitation, mosquito larvae control, daily exercise, balanced nutrition, and maintaining a smoke-free home environment. Data gathered through beta testing indicated that the program substantially enhanced participants’ digital literacy and encouraged healthier lifestyle habits. Overall, this study highlights the potential of multimedia-based health education and deepens understanding of how digital literacy and information technology can contribute to better household health outcomes.
Pengaruh Kualitas Komunikasi Terhadap Keselamatan Pasien pada Perawat di RSUD I.A Moeis Samarinda Rustina Rustina; Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih; Ahmad Hasan Hadi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.42603

Abstract

Pendahuluan : Keselamatan pasien merupakan isu krusial dalam layanan kesehatan global, berfokus pada pencegahan cedera pasien dan mitigasi dampak negatif tindakan medis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meneliti korelasi antara kualitas komunikasi tenaga kesehatan dan keselamatan pasien di RSUD I.A Moeis Samarinda. Metode : yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 305 perawat sebagai populasi dan 129 perawat sebagai sampel, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik random sampling. Pangumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kemudian dilakukan analisis dengan Mengguanakn Uji Spearman. Hasil dan Pembahasan : hasil univariat menunjukkan mayoritas responden berusia 18-27 tahun (45,7%) dengan pendidikan terakhir Diploma (46,5%). Mayoritas responden (71,1%) memiliki masa kerja 0-5 tahun, dan lebih dari separuhnya (52,7%) bekerja di unit rawat inap. Kelompok berpenghasilan tertinggi (28,1%) berpenghasilan antara 2-2,9 juta rupiah. Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan antara keselamatan pasien (skor rata-rata: 38,914, SD: 5,654) dan kualitas komunikasi (skor rata-rata: 25,217, SD: 42,842). Data tidak terdistribusi normal (p > 0,001) dan tidak ada korelasi signifikan antara kedua variabel (koefisien korelasi: 0,001, p: 0,989). Karena p-value > 0,05, hipotesis nol diterima, artinya kualitas komunikasi tidak berpengaruh signifikan terhadap keselamatan pasien. Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain mungkin berperan dalam menjaga keselamatan pasien. Meskipun demikian, penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi efektif dalam layanan kesehatan. Komunikasi yang baik antar perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lain dapat mengurangi risiko kesalahan medis dan meningkatkan keselamatan pasien. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa kualitas komunikasi dan keselamatan pasien memiliki hubungan yang sangat lemah dan tidak signifikan. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit disarankan untuk mengembangkan program pelatihan komunikasi dan kebijakan yang mendukung komunikasi efektif antar tenaga kesehatan guna meningkatkan keselamatan pasien secara keseluruhan. Penelitian ini merekomendasikan manajemen rumah sakit untuk meningkatkan kualitas komunikasi melalui pelatihan, pengembangan standar komunikasi, dan menciptakan budaya kerja yang mendukung komunikasi terbuka dan transparan.