Dengan berkembangnya teknologi pada era moderen saat ini banyak dijumpai berbagai macam teknologi salah satunya penyambungan material dengan proses pengelasan. Pada proses pengelasan, posisi las dan penggunaan gas menjadi faktor penting dalam menghasilkan kualitas pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dari posisi pengelasan dan penggunaan gas mix (Ar + CO2) pada las gmaw terhadap kekuatan tarik, dan kekerasan vikers pada baja A36. Setiap spesimen menggunakan jenis sambungan groove dengan sudut kampuh 60º. Jenis elektroda yang digunakan yaitu ER 70S-6 dengan Ø1.2mm. Dan variasi posisi pengelasan terdiri dari 1G, 2G, 3G serta variasi gas menggunakan Ar 100%; mix (Ar 95% + CO2 5%); mix (Ar 85% + CO2 15%); mix (Ar 75% + CO2 25%), serta parameter yang digunakan yaitu ±150V dan 24A. Pengujian tarik menunjukan nilai beban maksimum yang dimiliki setiap specimen, untuk nilai tertinggi uji tarik didapati pada posisi las 2G dengan variasi gas Ar 100% sebesar 808.8 Mpa, sedangkan pada uji kekerasan didapatkan nilai tertinggi pada logam lasan yaitu posisi las 1G dengan variasi gas Ar 100% sebesar 194.39 HV, dan untuk daerah HAZ nilai tertinggi yaitu pada posisi las 2G dengan variasi gas Mix (Ar 75% + CO2 25%) sebesar 173.72 HV. Dan dari pengamatan struktur makro terdapat cacat las yang sama yaitu slag inclusion pada variasi gas Mix (Ar 95% + CO2 5%) posisi 1G dan pada gas Ar 100% posisi 1G
Copyrights © 2023