Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Jumlah Layer dan Jenis Matrix Pada Hybrid Serat Ijuk Pohon Aren – Woven S Glass Terhadap Kekuatan Tarik dan Bending Anisetus Bechkam Jelala; Frizka Vietanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah sebuah material yang dihasilkn dari kom campuran atau digabungkan antara berbagai macam jenis material sehingga menghasilkan benda yang memiliki sifat mekanik dan karakteristik yang berbeda dengan material sebelumnya. Dengan melimpahnya serat alam Ijuk Pohon Aren di NTT merupakan peluang yang sangat tinggi bagi masyarakat sebagai penggunaan serat alam yaitu serat Ijuk pohon Aren pada komposit. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisah dan mengetahui pengaruh kekuatan Tarik dan bending komposit alami dengan mengkombinasikan matrix epoxy dan Polyester yang diperkuat dengan serat alam. Selain menggunakan variasi matrix pada penelitian ini juga digunakan variasi jumlah sebesar 1,2,3 Layer. Dari penelitian ini didapatkan hasil kekuatan Tarik pada matrix Epoxy antara lain untuk 1 layer 39,35 Mpa, 2 layer 39,32 Mpa, 3 layer 45,42 Mpa. Sedangkan untuk kekuatan Tarik pada matrix Polyesternya mendapatkan hasil antara lain untuk 1 layer 49,97 Mpa, 2 layer 56,57 Mpa, 3 layer 58,93 Mpa. Pada penelitian ini pula didapatkan hasil kekuatan bending pada matrix epoxy antara lain untuk 1 layernya 4.908 Kg/mm2, 2 layer 6.268 Kg/mm2, 3 layer 7.209 Kg/mm2. Sedangkan untuk hasil kekuatan Tarik pada matrix polyesternya antara lain untuk 1 layernya 8.654 Kg/mm2, 2 layer 8.940 Kg/mm2, 3 layernya 12.019 Kg/mm2.
Pengaruh Variasi Posisi Pengelasan Dan Penggunaan Gas Mix Argon & Co2 Pada Pengelasan Gmaw Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekerasan Vikers Pada Baja A36 Muhammad Lutfi Zainul; Frizka Vietanti
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan berkembangnya teknologi pada era moderen saat ini banyak dijumpai berbagai macam teknologi salah satunya penyambungan material dengan proses pengelasan. Pada proses pengelasan, posisi las dan penggunaan gas menjadi faktor penting dalam menghasilkan kualitas pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dari posisi pengelasan dan penggunaan gas mix (Ar + CO2) pada las gmaw terhadap kekuatan tarik, dan kekerasan vikers pada baja A36. Setiap spesimen menggunakan jenis sambungan groove dengan sudut kampuh 60º. Jenis elektroda yang digunakan yaitu ER 70S-6 dengan Ø1.2mm. Dan variasi posisi pengelasan terdiri dari 1G, 2G, 3G serta variasi gas menggunakan Ar 100%; mix (Ar 95% + CO2 5%); mix (Ar 85% + CO2 15%); mix (Ar 75% + CO2 25%), serta parameter yang digunakan yaitu ±150V dan 24A. Pengujian tarik menunjukan nilai beban maksimum yang dimiliki setiap specimen, untuk nilai tertinggi uji tarik didapati pada posisi las 2G dengan variasi gas Ar 100% sebesar 808.8 Mpa, sedangkan pada uji kekerasan didapatkan nilai tertinggi pada logam lasan yaitu posisi las 1G dengan variasi gas Ar 100% sebesar 194.39 HV, dan untuk daerah HAZ nilai tertinggi yaitu pada posisi las 2G dengan variasi gas Mix (Ar 75% + CO2 25%) sebesar 173.72 HV. Dan dari pengamatan struktur makro terdapat cacat las yang sama yaitu slag inclusion pada variasi gas Mix (Ar 95% + CO2 5%) posisi 1G dan pada gas Ar 100% posisi 1G