Kurikulum 2013 ditekankan untuk menggunakan metode yang berpusat pada siswa. Metode-metode yang dianjurkan adalah PBL, PjBL, dan Discovery Learning. Penggunaan metode tersebut menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penguatan level ini adalah dengan membaca, sedangkan budaya membaca siswa sangat rendah, sehingga metode PBL, PjBL serta Discovery Learning tidak berjalan lancar, cenderung pasif dan membosankan. Motivasisiswa yang rendah berimbas pada prestasi belajar siswa yang menjadi rendah. Hal ini dibuktikan dari hasil observasi yang dilakukan sebelum siklus pada kelas VIII B SMP Negeri 2 Wonogiri menunjukkan bahwa hanya 40,63% siswa yang tuntas KKM secara klasikal. Dari data awal masih ada 59,37 % siswa yang belum tuntas KKM Oleh karena itu disusun metode yang menguatkan literasi siswa untuk memperkokoh pengetahuan dasar, memacu kreatifitas dan meningkatkan prestasi belajar siswa, metode tersebut adalah metode SIGAP yang merupakan akronim dari Literacy Game and Project. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode SIGAP mampu meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Wonogiri berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis, angket dan observasi. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas KKM sejumlah 21 siswa. Persentase ketuntasan klasikal adalah 62,5 %. Pada siklus II jumlahsiswa yang tuntas KKM sejumlah 29 siswa. Persentase ketuntasan klasik aladalah 90,625%. Peningkatan motivasi berdasar angket juga meningkat secara signifikan. Indikator kinerja tercapai. Jadi metode SIGAP mampu meningkatkan motivasi dan prestasi siswa kelas VIII B SMP Negeri 2 Wonogiri.
Copyrights © 2021