Ketel uap merupakan sebuah alat untuk menciptakan uap air dan ketel uap memiliki berbagai komponen penyusun ketel uap yakni unsur air, uap air, serta ruang bakar. Ketel uap dibagi menjadi dua kelompok yaitu ketel pipa api dan ketel pipa air. Uap adalah kemampuan perpindahan panas material yang digunakan sebagai penghantar panas untuk pemanasan dan penguapan atau evavorasi didalam ketel itu sendiri. Ada tiga jenis perpindahan panas pada ketel yaitu, secara radiasi, konveksi dan konduksi. Perpindahan panas terjadi pada dapur pembakaran, sedangkan konveksi terjadi pada aliran fluida gas panas dan fluida kerja atau yang menerima panas, kemudian secara konduksi terjadi pada metal material diantara gas panas sebagai sumber energi panas dan fluida kerja cair sebagai penerima transfer panas yang bertujuan melaksanakan penguapan atau evaporasi. Salah satu peralatan pada pabrik tersebut yang menggunakan energi panas adalah ketel uap. Alat ini harus selalu siap dalam menjalankan fungsinya sebagai penghasil uap yang seterusnya digunakan untuk keperluan produksi. Efisiensi ketel uap ini selalu berubah-ubah sesuai dengan beban operasinya, untuk dapat mengurangi energi panas yang tidak efisien perlu dilakukan memantau setiap unit ketel uap dan menurunkan kerugian kalor nya. Maka perlu dilakukan pengevaluasian prestasi kerja terhadap efisiensi pada ketel uap. Unjuk kerja ketel uap mini menggunakan bahan bakar gas memiliki efisiensi ketel uap mini yaitu 25 kg/jam, konsumsi bahan bakar 2,032 kg/jam, Tekanan rata – rata 3,00 bar gauge. Bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar gas dengan nilai kalor sebesar 47111,8kJ/kg. Temperatur rata – rata gas buang 248,2°C. Efisiensi termal ketel uap adalah sebesar 68,81 %.
Copyrights © 2023