Cardiac arrest merupakan keadaan dimana terjadi penghentian mendadak sirkulasi normal darah karena kegagalan jantung berkontraksi secara efektif. Kegawatdaruratan tidak hanya terjadi di ruang IGD dan ICU, kejadian henti nafas dan henti jantung dapat juga terjadi di ruang rawat inap, seperti bangsal bedah ataupun penyakit dalam. Pengetahuan tentang BLS dianggap dasar untuk perawat, karena didalamnya diajarkan tentang bagaimana teknik dasar penyelamatan korban dari berbagai kecelakaan atau musibah sehari-hari yang biasa dijumpai.Sehingga perawat dituntut memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam penanganan dalam kasus tersebut, salah satunya adalah ketrampilan dalam melakukan Basic Life Support (BLS).Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan perawat tentang Basic Life Support (BLS) di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap dan IGD RSUD Kabupaten Lombok Utara sejumlah 108 orang. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling sehingga di dapatkan jumlah sampel sebanyak 85 responden. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan alat bantu kueisoner dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan perawat tentang Basic Life Support (BLS) kategori baik sebanyak 38 responden (44,7%) dan kurang sebanyak 47 responden (55,3%). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Tingkat pengetahuan perawat tentang Basic Life Support (BLS) di RSUD Kabupaten Lombok Utara dalam kategori kurang, sehinga perawat harus meningkatkan pengetahuan tentang BLS melalui proses belajar baik dengan mengikuti pelatihan ataupun mencari informasi terbaru tentang BLS.
Copyrights © 2021