Penelitian ini membahas fenomena kepengarangan Abdullah bin Muhammad al-Misri, salah satu pengarang Melayu di Hindia Belanda yang tidak disebutkan dalam buku-buku klasik tentang sejarah kesusastraan Melayu karangan Winstedt, Hooykaas, Liaw Yock Fang, Teuku Iskandar, serta Vladimir Braginsky. Karangan-karangan Abdullah al-Misri sedikit banyak telah terpengaruh Eropa dan menunjukkan periode modern pada masa itu. Dengan menggunakan arena produksi kultural Bourdieu, penelitian ini dimaksudkan untuk menemukan jawaban atas permasalahan (1) struktur arena kekuasaan dan arena sastra Melayu klasik, dan (2) trajektori dan akumulasi modal Abdullah al-Misri dalam perebutan posisi dan legitimasi dalam arena kesusastraan Melayu klasik. Hipotesis penelitian ini menyatakan bahwa terdapat ruang-ruang kemungkinan di dalam kesusastraan Melayu klasik yang memengaruhi struktur arena sastra Melayu klasik. Ruang-ruang kemungkinan tersebut dipengaruhi oleh struktur arena kekuasaan Melayu yang menutup kemungkinan ruang kompetisi bagi berbagai agen dengan strategi yang berbeda dari ruang-ruang kemungkinan yang telah ada.
Copyrights © 2023