Pertumbuhan penduduk menyebabkan terjadinya peningkatan produksi limbah yang dihasilkan khususnya limbah plastik. Di pulau Sumatera kontribusi limbah plastik menepati posisi kedua setelah limbah organik yaitu 17% dengan jenis terbanyak adalah limbah plastik jenis Polyprophylene (PP). Disamping itu produksi minyak kelapa sawit menghasilkan limbah tandan kosong yang hanya dibuang ke lingkungan karena tidak dimanfaatkan dengan maksimal sehingga merusak lingkungan. Salah satu solusi untuk memberdayakan potensi limbah plastik dan tandan kosong kelapa sawit adalah dengan mendaur ulangnya menjadi papan komposit. Untuk meningkatkan kualitas papan komposit tersebut dan sesuai dengan standar, maka dilakukan penambahan zat aditif Maleic Anhydride (MAH). Penelitian ini dilakukan dengan menvariasikan komposisi MAH sebanyak 5%, 10%, dan 15% dari total berat TKKS dan Plastik PP (40% : 60%). Selanjutnya dilakukan pengujian sifat fisik dan mekanik berdasarkan pada SNI 03–2105–2006. Dari hasil pengujian papan komposit yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 03–2105–2006 kecuali untuk nilai MOE masih jauh dibawah standar. Secara keseluruhan papan komposit yang menghasilkan nilai terbaik adalah pada penambahan MAH 15% dimana hasil uji sifat fisiknya (kerapatan 0,72 g/cm3, pengembangan tebal 0%, kadar air 1,6%) dan sifat mekaniknya (MOR 139 kgf/cm2, dan MOE 13.965,42 kgf/cm2). Kata kunci: TKKS, PP, MAH, dan Papan Komposit
Copyrights © 2023