Setelah merebaknya wabah covid-19 membuat pemimpin gereja memikirkan bagaimana teologi pastoral tetap menjawab kebutuhan umat di tengah sistuasi yang sama sekali berbeda dengan sebelumnya. Sebelum pandemi gereja-gereja telah memiliki panduan organisasi gereja yang mapan, kini harus bertransisi untuk menyajikan penatalayanan serta pelayanan patoral secara berberda dengan sebelumnya. Kebiasaan dan kebijakan baru harus segera dibuat menyikapi kondisi yang sungguh berbeda. Pemberlakuan pembatasan sosial dan pshyscal distancing serta penutupan sementara rumah ibadah secara publik telah membuka pola baru dalam interaksi secara daring atau virtual. Walaupun pandemi berangsur membaik namun dampaknya telah mengubah cara gereja berteologi dalam pelayanan. Hal ini telah menjadi fenomena tersendiri dalam proses komunikasi gereja pada media online yang disebut internet, walau tidak dapat dipungkiri bahwa manusia dengan latar belakang agama apapun masih menjadi makluk sosiologis. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menemukan bagaimana teologi pastoral yang relevan pada masa kini, pasca pandemi Covid-19.
Copyrights © 2023