Jurnal Fatwa Hukum
Vol 6, No 2 (2023): E-Jurnal Fatwa Hukum

LARANGAN DAN SYARAT MENIKAH PADA MASYARAKAT ADAT MELAYU SAMBAS DI DESA KAUM KECAMATAN SAMBAS

DIZA FADHLA NADHIFAH NIM. A1011181239 (Faculty of Law Tanjungpura University)



Article Info

Publish Date
07 Mar 2023

Abstract

Abstrac            Tradition has become a unity in society, Tradition is a cultural idea that consists of cultural values, norms, habits, institutions, and customary law that regulate human behavior between one another which is commonly practiced in a community group. Marriage is one of the most important events in social life, because marriage does not only concern women and men who will caress, but also the parents of both parties, their siblings, and even their respective families. Even in customary law, marriage is not only an important event for those who are still alive, but marriage is also a very meaningful event and which is fully paid attention and followed by the spirits of the ancestors of both parties. So from the two differences, there is a prohibition on marriage between the indigenous Malay community of Sambas and the indigenous certain community. So the authors took this research with the title Prohibition and Requirements for Marriage in the Sambas Malay Indigenous Community in the Village of the Sambas District.The formulation of the problem in this research is: "Are the Prohibition and Requirements for Marriage in Malay Indigenous Peoples in the Village of Kaum in Sambas District Still Being Maintained?" While the research objectives are: "To find out why there are conditions and prohibitions for marriage in the Sambas Malay Indigenous Community in the Kaum Village in Sambas District". In this study, the authors use empirical research methods with the nature of sociological juridical research in the research approach carried out.Based on the results of the study, it was obtained that in the sambas Malay indigenous community, it was not only the issue of ethnic differences that led to the existence of tribal requirements and prohibitions but this was also influenced by past history where between tribes there were major and sequential disputes until now.It can be concluded that basically in the Malay sambas customs, especially in terms of marriage, the sambas Malay traditional community, apart from the guidance in Islam, also still uses traditions or customs that have been passed down from generation to generation from their ancestors which are still firmly held by the community. That what affects ethnic and cultural differences is not only the two ethnicities, tribes, customs of the two so that it is not allowed to marry different customs, but the differences that have been based on these ancestors occur due to ethnocentrism that has occurred since time immemorial. Keywords: Marriage, Custom, Certain, Malay Sambas  Abstrak Adat sudah menjadi satu kesatuan dalam masyarakat, Adat adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai budaya, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang mengatur tingkah laku manusia antara satu sama lain yang lazim dilakukan di suatu kelompok masyarakat. Perkawinan adalah salah satu peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, sebab perkawinan itu tidak hanya menyangkut wanita dan pria bakal membelai saja, tetapi juga orang tua kedua belah pihak, saudara-saudaranya, bahkan keluarga-keluarga mereka masing- masing. Bahkan dalam hukum adat perkawinan itu bukan hanya merupakan peristiwa penting bagi mereka yang masih hidup saja, tetapi perkawinan juga merupakan peristiwa yang sangat berarti serta yang sepenuhnya mendapat perhatian dan diikuti oleh arwah-arwah para leluhur kedua belah pihak. Sehingga dari kedua perbedaan tersebut terdapatlah larangan pernikahan antara masyarakat adat melayu sambas terhadap masyarakat adat tertentu. Sehingga penulis mengambil penelitian ini dengan judul Larangan Dan Syarat Menikah Pada Masyarakat Adat Melayu Sambas Di Desa Kaum Kecamatan Sambas.Adapun rumusan masalah pada peneltian ini adalah : “Apakah Larangan Dan Syarat Menikah Pada Masyarakat Adat Melayu Di Desa Kaum Di Kecamatan Sambas Masih Di Pertahankan?” Sedangkan tujuan penelitian adalah : “Untuk Mengetahui Mengapa Ada Syarat Dan Larangan Menikah Pada Masyarakat Adat Melayu Sambas Di Desa Kaum Di Kecamatan Sambas”. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian Empiris dengan sifat penelitian Yuridis Sosiologis dalam pendekatan penelitian yang dilakukan.Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh hasil bahwa dalam masyarakat adat melayu sambas, bukan hanya masalah perbedaan suku saja yang menyebabkan adanya syarat dan larangan suku namun hal ini juga dipengaruhi oleh sejarah lampau dimana antara suku terjadi perselisihan besar dan berurut hingga kini.Dapat disimpulkan bahwa dasarnya adat istiadat melayu sambas, khususnya dalam hal perkawiannya, masyarakat adat melayu sambas selain menurut tutunan yang ada dalam agama islam, juga masih menggunakan tradisi atau adat yang secara turun temurun dari nenek moyang mereka yang masih dipegang teguh oleh masyarakat. Bahwa yang mempengaruhi Perbedaan etnis dan budaya bukan hanya  kedua etnis, suku, adat dari keduanya sehingga tidak diperbolehkan menikah berbeda adat namun perbedaan yang sudah didasari dari nenek moyang ini terjadi akibat Etnosentrisme yang terjadi sejak jaman dahulu kala. Kata kunci : Pernikahan, Adat, Tertentu, Melayu sambas

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Jurnal Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Universitas Tanjungpura (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...