Kunyit (Curcuma longa linn) merupakan bahan herbal mengandung senyawa aktif Curcuminoid yangterdiri atas Curcumin, Bisdementhoxycurcumin dan Dementhoxycurcumin yang mempunyai sifat antijamur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis daya hambat ekstrak kunyit terhadappertumbuhan Candida albicans, in vitro. Uji daya hambat pada penelitian ini menggunakan metodedifusi agar (Kirby-Bauer) dengan nistatin 100μg sebagai kontrol positif dan kertas cakram kosongsebagai kontrol negatif. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah (One Way Analysisof Varians) dengan taraf kepercayaan 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ekstrak kunyit dengan pelarut etanol 96% pada konsentrasi 12,5%, 25%, 50%,75% dan 100% dapat menghambat pertumbuhan C.albicans. Diameter zona hambat terbesar terlihatpada konsentrasi ekstrak kunyit 100% yaitu 10,3 mm, dan diameter terkecil terlihat pada konsentrasi12,5% yaitu 6,6 mm. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kunyit dapatmenghambat pertumbuhan C.albicans, dengan demikian berpotensi untuk digunakan sebgai bahanherbal anti-C.albicans. Namun potensi in vivo herbal ini perlu ditetapkan melalui studi lanjut padahewan coba.Kata kunci: Kunyit, Candida albicans, difusi agar
Copyrights © 2019