Bahasa kasar telah menjadi salah satu masalah utama bagi penggunaan media sosial terutama media sosial twitter. Kebebasan manusia dalam berkata menyebabkan manusia tidak bisa mengontrol perkataannya yang menyebabkan banyaknya perkataan atau tulisan yang menggunakan bahasa kasar. Jika tersisip kata kasar dapat mengakibatkan pengaruh buruk bagi pengguna media sosial maka akan menyebabkan pengguna media sosial menjadi tidak nyaman dalam menggunakan media sosial.Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan filterisasi terhadap bahasa kasar tersebut. Dengan menggunakan pendekatan algoritma naïve bayes ini terbukti dapat membantu pengguna media sosial mengetahui perbedaan antara bahasa kasar dan bukan dalam melakukan update status dalam media sosial terutama media sosial twitter.
Copyrights © 2018