Iklan pada hakikatnya merupakan pesan yang disampaikan oleh komunikator ke khalayak untuk mengenalkan produk barang dan jasa. Iklan bersifat memengaruhi seseorang agar tertarik untuk menggunakan produk tersebut. Namun, kebanyakan iklan dalam menyampaikan pesan belum berperspektif gender. Padahal iklan dengan visualisasinya dapat memengaruhi khalayak. Kenyataannya, peran wanita serta laki-laki selalu membuat laki-laki merasa lebih tinggi kedudukannya dari wanita seringkali akan menjadi 'hidup' dalam periklanan. Padahal jika dilihat dari hak asasi manusia tidak ada perbedaan yang mendasar dalam peran wanita dan laki-laki di media. Visualisasi iklan yang demikian lebih memperkuat sistem patriarki yang selama ini sudah ada dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan perempuan di tayangan iklan televisi belum mendorong kesetaraan gender. Perempuan masih menjadi objek dalam media yang ditampilkan dari sisi seksualitas dan daya tarik fisik bukan potensi intelektualitas yang dimiliki.
Copyrights © 2022