Jurnal Komunikasi Pemberdayaan
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published by Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published twice a year, in June and December. The scope and focus of the Empowerment Communication Journal is Communication Science which includes: 1) Empowerment Communication 2) Corporate Social Responsibility 3) Media Literacy 4) Media and Gender 5) Communication development 6) Extension Communication 7) Village Communication 8) Citizen journalism 9) Sociology of communication 10)Social marketing communication 11)Social entrepreneurship 12)Tourism Communication
Articles
44 Documents
MAKNA LAGU “PRETTY REAL” SEBAGAI KRITIKAN PERILAKU BODY SHAMING TERHADAP PEREMPUAN
Stara Asrita;
Kris Hardi Yanti Indra Meswara
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.409 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i1.150
Lagu merupakan salah satu media untuk menyuarakan kritik sosial. Dalam lagu terdapat lirik yang digunakan untuk menyuarakan pendapat sang pencipta lagu. Penelitian ini ingin menganalisis lagu berjudul “Pretty Real” yang dinyanyikan oleh kumpulan beauty influencers yaitu Ramengvrl, Titan Tyra, Cindercella, Nandya Arsita dan Minyo33. Lagu berusaha memberikan pandangan baru tentang konstruksi kecantikan perempuan. Analisis semiotika Ferdinand de Saussure digunakan untuk mengkaji tanda-tanda yang muncul dalam lagu untuk menemukan makna melalui penanda (signifier) dan petanda (signified). Hasilnya, pada bait I, perempuan yang cantik tidak harus digambarkan sebagai karakter Tinker Bell. Pada bait II, perempuan harus bangga menjadi dirinya sendiri. Bait III, perempuan itu cantik apa adanya. Selanjutnya Bait IV, perempuan harus melawan stereotip negatif sejak kecil. Bait V, perempuan harus memiliki kuasa atas tubuhnya sendiri. Terkahir pada bait VI, perempuan harus saling mendukung satu sama lain. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa setiap lirik memiliki kritik sosial tentang body shaming yaitu tentang bagaimana perlawanan perempuan terhadap body shaming, yaitu standar kecantikan, berat badan, penampilan fisik.
MANIFESTASI GEGAR BUDAYA TOKOH UTAMA FILM “MANTAN MANTEN” DALAM TINJAUAN ANALISIS WACANA KRITIS
Dewangkoro Rinugroho
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1085.874 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i1.160
Film “Mantan Manten” merupakan film drama romansa dan rilis pada bulan April 2019. Film ini menjadi menarik karena pengemasannya sebagai film romansa, baik dari poster hingga trailer, namun secara bersamaan memiliki fokus kuat dalam segi kebudayaan. Dan dalam ceritanya, tokoh utama dari film “Mantan Manten” mengalami perubahan drastis dan mengalami gegar budaya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana wacana gegar budaya dapat divisualisasikan dalam adegan film serta tujuan adanya wacana gegar budaya dalam sebuah film arus utama dengan genre drama romansa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Kemudian melihat aspek mise-en-scène berupa setting, tata busana dan tata rias, dan akting untuk melihat bagaimana wacana gegar budaya ditunjukkan secara visual. Hasil analisis kemudian akan dikritisi dengan melihat fungsi dan tujuan wacana gegar budaya pada film drama romansa film “Mantan Manten”. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 scene yang memiliki unsur gegar budaya didalamnya; 7 scene melalui praktik diskursif, 13 scene dengan praktik diskursif, dan 4 materialisasi wacana. Wacana gegar budaya dalam film “Mantan Manten” lebih banyak dimanifestasikan secara visual melalui akting tokoh, dengan setting dan tata rias dan busana sebagai penguat. Wacana gegar budaya dalam film memiliki fungsi sebagai penggerak narasi dengan tujuan memperlihatkan budaya jawa dukun manten secara lebih dekat dan personal melalui proses tokoh utama dalam menjadi dukun manten. Gegar budaya dalam film ini digunakan sebagai konflik sekunder dalam batin tokoh utama yang hadir dari konflik utama antara Iskandar dan Yasnina, dan sebagai wadah agar film “Mantan Manten” dapat mengisi pengetahuan mengenai budaya jawa ke khalayak umum.
MENUJU DESA KOMUNIKATIF MELALUI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM)
Ade Chandra
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.052 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i1.161
Masyarakat pedesaan saat ini menghadapi serbuan informasi akibat kemajuan teknologi komunikasi di tengah upaya mencapai kesejahteraan. Tak sedikit program yang dilakukan,. Tetapi masyarakat masih belum menjadi lebih kuat. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai metamorfosis dari era developmentalis bisa menjadi pranata sosial dengan mengusung pengetahuan, nilai, dan ideologi desa. Tulisan ini ingin melihat sejauh mana peran KIM dalam pemberdayaan masyarakat di Kapanewon Depok Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta, mulai dari sosialisasi KIM oleh instansi terkait, pengorganisasian, dan cara kerja KIM yang mampu menjadi ruang komunikasi sosial bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD tokoh masyarakat dan pengurus KIM, wawancara, dan dokumentasi. KIM di Depok, Sleman, Yogyakarta. Temuan lapangan menunjukkan bahwa pemberdayaan KIM masih sebatas program teknis “proyek” yang dirumuskan dari supra desa yang tak sesuai dengan denyut nadi warga. Ruang KIM belum ditempatkan pada upaya mengkonsolidasikan kepentingan dan potensi lokal desa, menjadi jembatan transformasi kolektif dengan sasaran utama kemakmuran masyarakat desa berdasarkan potensi sosial budaya dan lingkungan setempat. Desa Komunikatif melalui KIM berarti membangun desa dari “belakang” dengan denyut menyuntikkan informasi relevan dengan permasalahan warga, saling mendiskusikan solusi akternatifnya, kemudian menyelenggarakan agenda tindak lanjut melalui kerja sosial kelembagaan yang kuat dan semangat budaya secara kolektif desa.
ANALISIS WACANA AKUN FACEBOOK BUPATI TEMANGGUNG TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19
Tri Agus Susanto
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.698 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i1.162
Penelitian ini tentang media sosial yang digunakan oleh pejabat publik untuk penanganan pencegahan dan penyebaran Covid 19. Media sosial khususnya facebook yang digunakan oleh pejabat publik untuk berkomunikasi dengan warganya sangat menarik untuk diteliti. Ini menunjukkan baik pejabat publik maupun warga telah melek teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis dari Teun A. van Dijk. AWK untuk mengetahui bagaimana unggahan-unggahan pada Facebook Bupati Temanggung terkaiit penanganan, pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Temanggung. Melalui observasi, wawancara dan studi pustaka terkait akun facebook Bupati Temanggung yang digunakan untuk kampanye publik Covid-19, peneliti menemukan pentingnya pejabat publik mempunyai kecakapan khusus menggunakan media sosial sesuai perkembangan zaman. Riset ini membuktikan jika pejabat daerah memiliki peran berarti dalam melaksanakan pencegahan dan usaha penindakan Covid 19 di daerahnya. Kegiatan komunikasi publik dan kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Temanggung melalui facebook sangat efektif.
ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN KRESNA TV DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PROGRAM ACARA KONTEN LOKAL
Elvis Jirestiany;
Habib Muhsin
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.087 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i1.163
Dunia penyiaran televisi membutuhkan pekerjaan yang kreatif dan menarik. Pekerjaan yang kurang kreatif tentunya akan sulit mendapatkan sebuah program acara yang diproyeksikan untuk memberikan hiburan dan edukasi pada pemirsanya. Untuk itu, tim produksi dari KresnaTV harus menjalankan manajemen kreatif untuk mencapai tujuan mereka dalam membuat program acara berkonten lokal. Tim produksi berusaha memberikan yang terbaik bagi khalayaknya melalui sajian yang sudah terkonsep sebelumnya. Penelitian ini dilakukan di stasiun televisi lokal Kresna TV di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara secara detail kepada pengelola Kresna TV. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi manajemen Kresna TV dalam usaha memepertahankan eksisitensi program acara konten lokal. Hasil penelitian diperoleh bahwa manajemen kreatif dalam program acara Kresna TV sangatlah penting. Merancang sebuah program harus benar-benar matang, agar pada saat proses produksi sampai program acara berjalan akan disukai oleh para audiens terutama program acara berkonten lokal. Program acara Kresna TV menyajikan konten yang mengandung unsur lokal sesuai dengan budaya Yogyakarta melalui pembawa acara yang menggunakan bahasa Jawa dan topik yang disajikan sesuai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Program acara yang disajikan bertujuan untuk menghibur dan memberikan informasi kepada audiens dengan menampilkan program acara berkonten lokal.
LITERASI DIGITAL MAHASISWA PENGGUNA TIKTOK DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON
Adam Suhardiman;
muhammad kamaluddin muhammad kamaluddin
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.124 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i1.171
Literasi Digital memiliki peran penting di kalangan mahasiswa. Mahasiswa perlu lebih memahami tentang penguasaan Literasi Digital khususnya pada penggunaan berbagai aplikasi. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui kemampuan literasi digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon pengguna aplikasi TikTok. Selain itu juga, mengetahui kreativitas pembuatan dan penyebaran konten yang diunggah oleh para mahasiswa tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data didapatkan melalui observasi, dokumentasi, studi literatur dan wawancara kepada beberapa informan. Para informan adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon yang menggunakan aplikasi TikTok sebagai manifestasi kemampuan literasi digitalnya. Hasil penelitian ini diketahui bahwa literasi digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon dapat dilihat dalam berbagai kreasi konten yang mereka buat. Utamanya pada aplikasi TikTok, mereka membuat berbagai konten tematik sekaligus mempublikasikan kreasinya tersebut kepada khalayak pengguna TikTok lainnya. Sedemikian sehingga baik ragam unggahan konten semisal motivasi, edukasi, hiburan beserta capaian pemirsanya menjadi gambaran objektif mereka ihwal literasi digital.
LITERASI DIGITAL PELAKU UMKM DALAM UPAYA MENCIPTAKAN BISNIS BERKELANJUTAN
Agung Sulistyo Agung;
Tri Eko Yudiandri;
Hani Ernawati;
Adianto
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.282 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i2.197
COVID-19 memberikan dampak bagi perkembangan bisnis di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Beberapa dampak secara langsung dapat dirasakan, diantaranya: penurunan penjualan, melemahnya minat beli konsumen serta fokus pengelolaan yang kurang professional. Pelaku usaha di beberapa wilayah terpaksa menutup usaha mereka. Situasi tersebut tidak lepas dari kebijakan Pemerintah dalam menekan jumlah penyebaran kasus. Namun demikian, di sisi lain terjadi peningkatan penjualan melalui transaksi online. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Pencarian data sekunder serta studi literatur melalui telaah jurnal yang berkaitan dengan penggunaan teknologi digital oleh pelaku usaha menjadi acuan. Penelitian ini menegaskan jika pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap perkembangan usaha. Berkaca pada situasi tersebut penggunaan teknologi digital menjadi implementasi strategi inovasi yang perlu dilakukan. Digitalisasi diperlukan dalam berbagai sektor, termasuk pelaku UMKM untuk dapat bersaing dan memenuhi kebutuhan serta harapan konsumen. Pelaku UMKM dalam prakteknya mengadopsi penggunaan perangkat dan alat digital untuk dapat memperluas aktivitas pemasaran dan menekan biaya pemasaran.
STRATEGI PROGRAM KEBERLANJUTAN (SUSTAINABILITY) PT BLUE BIRD TBK DALAM TERCAPAINYA SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DI INDONESIA
Wulan Muhariani
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (84.327 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i2.200
Sustainable lDevelopment lGoals l(SDGs) lsangat lpenting ldiwujudkan lmengingat lIndonesia memiliki lsumber ldaya lmanusia ldan lsumber ldaya lalam lyang lkaya lluar ldan lluar lbiasa untuk ldikelola. lUntuk lmenuju lSDGs lhingga ltahun l2030, lperlu lpartisipasi ldari lseluruh lapisan lmasyarakat, ltidak lterkecuali lpihak lswasta. lTulisan lini lbertujuan luntuk mengetahui strategi lprogram lkeberlanjutan l(sustainability) lyang ldilakukan loleh lpihak swasta, lyakni PT Blue lBird lTbk luntuk lmendukung lpemerintah ldalam lmencapai ltujuan-tujuan lyang terangkum ldalam lSDGs. lPenelitian lini ladalah lpenelitian lkualitatif ldengan metode lstudi kasus ldengan ljenis ldata lprimer. lTemuan ldari lpenelitian lini ladalah lPT lBlue BirdlTbklsecara laktif lberkomitmen lmembantu lpemerintah lmewujudkan lSDGs ldi Indonesialdengan lmeluncurkan lprogram lvisi lberkelanjutan lmelalui ltiga lpilar; lBlueSky, BlueLife ldan lBlue Corps lyang ldiresmikan lpada ltahun l2022. lPenerapan lSDGs ldi lIndonesia adalah lpekerjaan lkita lbersama ldan lperlu ldiselaraskan ldan ldiikuti loleh lberbagai kalangan, lmasyarakat, lpemerintah lpusat, lpemerintah ldaerah, lpihak lswasta, lhingga masyarakat lluas. lSelain litu lpenelitian lperlu ldikembangkan lbagaimana lkomunikasi berperan ldalam lsetiap lkegiatan lsustainability ltersebut
PENGARUH INSTAGRAM DINAS PARIWISATA TERHADAP MINAT WISATAWAN KOTA SURAKARTA
rashda bintang muhammad muhammad;
Zarra Audina Vika Melatie Zarra
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.821 KB)
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i2.223
Unggahan instagram yaitu dapat diartikan suatu file yang bisa berupa foto dan video yang dipublikasikan oleh pemilik akun secara sengaja, yang lalu dapat dinikmati oleh pengikut (followers) akun tersebut atau pun seluruh pengguna internet terkhusus bagi yang mengakses instagram, tak terkecuali instagram Dinas Pariwisata Kota Surakarta yang menggunggah semua hal tentang Kota Surakarta untuk upaya wisatawan agar tertarik ke Surakarta dan menjadikan Surakarta sebagai tujuan wisata. Pada penelitian ini penulis menggunakan sebuah metode kuantitatif dengan menggunakan survei, dalam pengumpulan data membutuhkan bantuan responden yaitu pengikut instagram Dinas Pariwisata Kota Surakarta, responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 150 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh Unggahan Instagram Dinas Pariwisata terhadap Minat Wisatawan Berkunjung ke Surakarta. Hasil penelitian ini dilihat dari sebuah Uji Hipotesis yang menunjukan bahwasanya nilai signifikasi Unggahan Instagram pada tabel correlations dengan besaran 0,000 yang berarti lebih kecil dari 0,05, yang berarti terdapat hubungan antaraUnggahan Instagram terhadap Minat Wisatawan. Hasil uji koefesien detereminasi dengan adjusted R Square sebesar 0,099, hal ini berarti Unggahan Instagram memiliki pengaruh terhadap Minat Wisatawan sebesar 09,9%, dan 90,1% minat wisatawan diafeksikan oleh sebuah variabel lain yang tidak termasuk didalam penelitian ini.
KESETARAAN GENDER DALAM PERSPEKTIF MEDIA IKLAN: Kesetaraan Gender Dalam Perspektif Media Iklan
Zarra Audina Vika Melatie Zarra;
rashda bintang muhammad muhammad
Jurnal Komunikasi Pemberdayaan Vol 1 No 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47431/jkp.v1i2.225
Iklan pada hakikatnya merupakan pesan yang disampaikan oleh komunikator ke khalayak untuk mengenalkan produk barang dan jasa. Iklan bersifat memengaruhi seseorang agar tertarik untuk menggunakan produk tersebut. Namun, kebanyakan iklan dalam menyampaikan pesan belum berperspektif gender. Padahal iklan dengan visualisasinya dapat memengaruhi khalayak. Kenyataannya, peran wanita serta laki-laki selalu membuat laki-laki merasa lebih tinggi kedudukannya dari wanita seringkali akan menjadi 'hidup' dalam periklanan. Padahal jika dilihat dari hak asasi manusia tidak ada perbedaan yang mendasar dalam peran wanita dan laki-laki di media. Visualisasi iklan yang demikian lebih memperkuat sistem patriarki yang selama ini sudah ada dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara. Hasil penelitian menunjukkan perempuan di tayangan iklan televisi belum mendorong kesetaraan gender. Perempuan masih menjadi objek dalam media yang ditampilkan dari sisi seksualitas dan daya tarik fisik bukan potensi intelektualitas yang dimiliki.