Jaringan komunikasi merupakan hubungan antara orang perorang, yang akan membentuk pola tertentu. Pola komunikasi dapat menggambarkan bagaimana komunikasi dilakukan. Karet merupakan salah satu komoditi unggalan di Provinsi Riau, termasuk Kabupaten Kampar, bahkan merupakan komoditi yang menjadi budaya bagi masyarakat Riau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jaringan komunikasi petani karet di Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Metode penentuan responden dengan menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling, dengan jumlah seluruh responden sebanyak 55 orang. Data yang telah didapatkan diolah dengan menggunakan UCINet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi petani karet berbentuk roda, dengan berpusat pada aktor-aktor tertentu. Aktor sentral pada informasi subsistem hulu adalah PPL, pedagang, ketua kelompoktani, Kaur Pembangunan Desa Tanjung Alai. Aktor sentral pada informasi subsistem usahatani adalah PPL, ketua kelompoktani, bendahara kelompoktani, Kaur Pembangunan Desa Tanjung Alai dan petani penggarap. Aktor sentral pada informasi subsistem hilir adalah tauke, dan ketua lelang karet Desa Tanjung Alai. Sedangkan Aktor sentral pada informasi subsistem usaha penunjang adalah ketua, sekretaris, dan bendahara kelompoktani, dan ketua KUD.
Copyrights © 2020