Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran usaha ternak ayam petelur termasuk kedalam sektor basis atau non basis di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Studi kepustakaan yaitu teknik yang dilakukan dengan cara menelusuri literatur serta menelaah studi yang ada pada perpustakaan maupun instansi atau lembaga pemerintahan yang terkait dengan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Tigo Jangko, Nagari Buo, Nagari Taluk dan Nagari Pangian di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Teknik Location Quotient (LQ) merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi yang lebih sederhana dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Teknik Location Quotient (LQ) merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi basis sebagai langkah awal untuk memahami sektor kegiatan yang menjadi pemacu pertumbuhan. Kecamatan lintau buo memiliki empat Nagari yang terdiri dari Taluk, Tigo Jangko, Pangian dan Buo. Populasi ayam petelur di Kecamatan Lintau Buo tahun 2014-2018 berfluktuasi. Jumlah populasi di Kecamatan Lintau Buo dari tahun 2014-2018 sama yaitu sebanyak 644.000 ekor. Nagari yang memiliki populasi terbanyak yaitu Nagari Buo pada tahun 2015, 2016 dan 2018 sebanyak 360.000 ekor. Sementara Nagari Taluk memiliki populasi terendah dibandingkan nagari lainnya. Keyword : sektor basis non basis, ayam petelur
Copyrights © 2020