Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Pemasaran Agroindustri Kerupuk Ubi Kayu di Desa Pulau Aro Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi Jamalludin Jamalludin; Chezy WM Vermila; Andi Alatas
Unri Conference Series: Agriculture and Food Security Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pembangunan Pertanian dan Pedesaan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.959 KB) | DOI: 10.31258/unricsagr.1a26

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jumlah produksi, harga jual pengusaha kerupuk ubi kayu, dan pemasaran dari aspek saluran pemasaran. Pengambilan sampel untuk pengusaha agroindustri kerupuk ubi kayau diambil secara Proposif sebanyak 30. Sedangnkan pedagang pengumpul, yang diambil masih aktif melakukan kegiatan pemasaran kerupuk ubi kayu selama 6 tahun terakhir. Hasil penelitian jumlah produksi pengusaha kerupuk ubi kayu berkisar 145/Kg/bulan. Dengan pendapatan rata-rata per bulan sebesar Rp. 3.195.133,- dengan harga Rp.20.000,- sampai Rp.22.000,- Saluran pemasaran I kerupuk ubi kayu dipasarkan lasung dirumah, konsumen yang langsung datang kerumah membeli kerupuk ubi kayu dalam bentuk mentah. Saluran Pemasaran II kerupuk ubi kayu dalam bentuk mentah di pasarkan langsung dari rumah maupun ke tempat pasar-pasar tradisional yang terdekat ke pedagang pengumpul yang ada di pasar. Dalam memasarkan kerupuk ubi kayu, pengusaha hanya mengeluarkan biaya transportasi dari rumah kepasar sebesar Rp. 2000,- adapun jarak rumah dengan pasar berkisar 3 km dan ada juga kerupuk ubi kayu dijemput langsung oleh pedagang pengumpul ke rumah, pedagang pengumpul mengeluarkan biaya operasional, rata-rata Rp. 23.000,-/bulan atau sebesar Rp. 260,-/kg. Margin pemasaran kerupuk ubi kayu di peroleh sebesar Rp. 2.400,-/kg. Margin pemasaran saluran pemasaran II yang dikelaurkan oleh pedagang pengumpul sebesar Rp. 3.000,-/kg. dengan harga jual 24.400,-/kg. Efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran I adalah 0 %, lebih kecil nilai efisiensi pemasaran pada saluran pemasaran II adalah 1,07%. Hal ini berarti saluran pemasaran I lebih efisien dari pada saluran pemasaran II. Pada saluran pemasaran I marjin pemasarannya adalah Rp. 0,-.
Consumer Satisfaction Analysis of Jihan Brownies Cake in Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi Regency Tari Seskiya; Jamalludin Jamalludin; Chezy WM Vermila
Baselang Vol 1, No 1: APRIL 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.639 KB) | DOI: 10.36355/bsl.v1i1.10

Abstract

The purpose of this study was to determine consumer behavior towards brownies cakes, to determine consumer satisfaction with brownies cake product in the district of Kuantan Tengah. The method used in this study is the likert scale and the method of analysis of Important and Performance Analysis (IPA) and Consumers Satisfaction Index (CSI) or consumer satisfaction index. Based on the result of the research, the result of consumer behavior towards brownies are in the very satisfied category with the number of 20 lives of 30 respondenst with a percentage of 100%. From the result of the calculation of brownies cakes as a whole the value of the consumer satisfaction index is 69,50%. Wher this value is in the range 50% - 75% consumer satisfaction index. Based on the result of CSI as a whole are in the satisfied category, what is meant here is price, hygiene, aroma, packaging, taste, texture, and color.
ANALISIS USAHA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI DESA BERINGIN KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Rafika Rahmatillah; Chezy Wm Vermila; A Haitami
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 2, No 2: Desember 2018
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v2i2.211

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan, efisiensi dan nilai BEP produksi dan BEP penerimaan usaha ikan nila di Desa Beringin. Penentuan tempat penelitian dengan cara sengaja (Proposive) dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang. Berdasarkan Penelitian di lapangan dengan jumlah bibit 8100 ekor dan produksi sebesar 1721 kg dengan harga Rp.21.800 /Kg per panen. Dengan upah tenaga kerja dalam keluarga Rp. 8.478.750 dan tenaga kerja luar keluarga sebesar Rp. 27,895.833 per panen. Pendapatan Kotor Rp.37,421.333, pendapatan bersih Rp. 11.525.333, nilai efisiensi 1.44 usaha ikan nila ini efisien atau menguntungkan. BEP produksi adalah 1.190,35dan BEP penerimaan 15,323 pada usaha ikan nila di Desa Beringin. Kata Kunci : Analisis Usaha, Efisiensi, Bep, Ikan Nila
PENGEMBANGAN USAHA AYAM PETELUR DI KECAMATAN LINTAU BUO KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT Chezy WM Vermila
Jurnal Agribisnis Vol. 22 No. 1 (2020): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.697 KB) | DOI: 10.31849/agr.v22i1.4774

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran usaha ternak ayam petelur termasuk kedalam sektor basis atau non basis di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan. Studi kepustakaan yaitu teknik yang dilakukan dengan cara menelusuri literatur serta menelaah studi yang ada pada perpustakaan maupun instansi atau lembaga pemerintahan yang terkait dengan penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di Nagari Tigo Jangko, Nagari Buo, Nagari Taluk dan Nagari Pangian di Kecamatan Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar. Teknik Location Quotient (LQ) merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi yang lebih sederhana dengan segala kelebihan dan keterbatasannya. Teknik Location Quotient (LQ) merupakan salah satu pendekatan yang umum digunakan dalam model ekonomi basis sebagai langkah awal untuk memahami sektor kegiatan yang menjadi pemacu pertumbuhan. Kecamatan lintau buo memiliki empat Nagari yang terdiri dari Taluk, Tigo Jangko, Pangian dan Buo. Populasi ayam petelur di Kecamatan Lintau Buo tahun 2014-2018 berfluktuasi. Jumlah populasi di Kecamatan Lintau Buo dari tahun 2014-2018 sama yaitu sebanyak 644.000 ekor. Nagari yang memiliki populasi terbanyak yaitu Nagari Buo pada tahun 2015, 2016 dan 2018 sebanyak 360.000 ekor. Sementara Nagari Taluk memiliki populasi terendah dibandingkan nagari lainnya. Keyword : sektor basis non basis, ayam petelur
Analisis Faktor-Faktor Produksi Usahatani Cabai Kecamatan Sentajo Raya Jamalludin Jamalludin; Chezy WM Vermila; Andi Alatas
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor produksi Ushatani Cabai Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survei Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif kualitatif adapun hasilnya Berdasarkan analisis yang dilakukan dari fungsi produksi yang terbentuk, diketahui bahwa besaran nilai koefisien regresi adalah untuk (X1)Luas lahan 1,013, dan Nilai signifikasi  t sebesar 0,000 ,ini artinya penggunaan Luas Lahan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah produksi. (X2) Benih -0,006, dan , adapun nilai signifikansi  t  adalah 0,715 berarti penggunaan benih sudah berlebih. Oleh karena itu penggunaan benih harus dikurangi, (X3) Pupuk Kandang -0,149, dan nilai signifikansi  t adalah 0,267  berarti penggunaan pupuk kandang sudah berlebih. Oleh karena itu penggunaan pupuk kandang harus dikurangi. (X4)Tenaga kerja 0,125.dan nilai signifikansi t adalah 0,367, artinya penggunaan tenaga kerja berpengaruh terhadap jumlah produksi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM PEMASARAN PRODUK HASIL PERTANIAN OLEH PETANI MILENIAL Gustia Kusuma Wardani; Haris Susanto; Mashadi Mashadi; Meli Sasmi; Chezy WM Vermila; Nariman Hadi; Jamaludin Jamaludin; Finu Audian A
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4497

Abstract

Banyaknya penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pertanian, membuat munculnya berbagai permasalahan di bidang ini. Salah satunya adalah yang berkaitan dengan pemasaran produk pertanian. Dengan permasahalan yang ada, petani milenial harus dapat memanfaatkan smartphone dan menggunakan suatu aplikasi yang mendorong untuk keberlangsungan pertanian di ndonesia. Pemasaran digital memungkinkan pembeli memperoleh seluruh informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet, dan memungkinkan penjual untuk memantau dan menyediakan kebutuhan serta keinginan calon pembeli tanpa batasan waktu dan geografis. Petani milenial juga harus mampu menilai dan memahami apa yang diiginkan oleh konsumen, dalam hal ini dapat dikembangkan melalui system pengemasan hasil produk pertanian. Pada dasarnya pengemasan akan berpengaruh terhadap penilaian atas produk dan hasil yang akan diperoleh oleh petani. Berdasarkan kondisi permasalahan diatas, tim PKM Program Studi Agribisnis Universitas Islam Kuantan Singingi menawarkan program Pelatihan metode pemasaran dan pengemasan produk pertanian bagi siswa Sekolah Menengah Atas kabupaten Kuantan Singingi. Kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian bagi petani milenial dalam rangka pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan sangat baik. Peserta sangat antusias dan interaktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan peragaan pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produl hasil pertanian. Dari segi pengetahuan, wawasan, dan keterampilah siswa dalam pemanfaatan teknologi untuk pemasaran produk hasil pertanian yang semula masih minim, setelah mengikuti kegiatan penyuluhan siswa dapat memahami konsep-konsep pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk hasil pertanian
SOSIALISASI MANFAAT BUMDes HARAPAN MAKMUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA TEBING TINGGI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI: PKM Haris Susanto; Mashadi Mashadi; Melisasmi Melisasmi; Nariman Hadi; Chezy WM Vermila; Jamalludin Jamalludin; Gustia Kusuma Wardani; Finu Audian A; Berli Eka Pratama
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4817

Abstract

Kegiatan PkM dilaksanakan di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi dengan target masyarakat, pengurus Bumdes, penyuluh, kelompok tani ternak dan aparat pemerintahan desa. Masyarakat pelaku usaha seperti perdagangan (pupuk) dan jasa (jaringan). Kegiatan PkM dilaksanakan dengan tujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes bagi peningkatan pembangunan dan peningkatatan kesejatraan dan kemakmuran masyarakat secara adil dan merata. Melalui peningkatan pemasukan pendapatan asli desa (PADes) dengan kegiatan usaha dapat terus berkembang di masa mendatang dengan memperhatikan dan menerapkan faktor pendukung kegiatan usaha. Dengan demikian kegiatan PkM diselenggarakan berupa sosialisasi mengenai legalitas tujuan, dan manfaat BUMDes serta sosialisasi mengenai manajemen SDM yang profesional dalam mengelola BUMDes di desa. Sosialisasi tersebut disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan yang dihadapi pengurus BUMdes di Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai. Metode pelaksaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan meliputi pra survei, pembentukan tim, pembuatan dan pengajuan proposal, koordinasi tim dan mitra serta persiapan alat dan bahan sosialisasi. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan program berupa sosialisasi. Sosialisasi dilakukan melalui penyuluhan (pemaparan materi) dan diskusi. Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi dan pelaporan. Setelah itu, dilakukan penyusunan laporan untuk selanjutnya dilakukan publikasi. Hasil dan luaran kegiatan PkM setelah sosialisasi yaitu pertama, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai fungsi BUMDes. Kedua, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman berkaitan keberadan BUMDes untuk peningkatan pembangunan dan peningkatan pemasukan PADes Tebing Tinggi. Ketiga, masyarakat mengalami peningkatan pemahaman mengenai mekanisme pendirian dan pelaksanaan BUMDes