Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tehnologi sangat berpengaruh terhadap berbagai hal, salah satunya mutu pendidikan yang semakin meningkat. Sehingga banyak lembaga pendidikan yang meningkatkan mutu pendidikannya dengan cara melakukan pembelajaran berbasis kompetensi. Untuk model pembelajaran yang dilakukan adalah model Teacher Centred Learning atau dosen dijadikan sebagi subjek pembelajaran sedangkan mahasiswa sebagai objeknya. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu ada perubahan ke arah Student Centred Learning atau menjadikan mahasiswa sebagai pusat pembelajaran. Diharapkan mahasiswa menjadi lebih bertanggung jawab dalam proses belajar mengajar serta lebih pro aktif di dalam kelas dan mempunyai jiwa kemandirian. Salah satu cara untuk menjadikan mahasiswa sebagai pusat pembejaran adalah penerapan pembelajaran menggunakan metode blended learning (hybrid learning). Metode blended learning adalah memadukan proses belajar mengajar secara langsung didalam kelas dan pembelajaran diluar kelas (online) dengan bantuan internet. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mendapatkan hasil bahwa mahasiswa yang masuk ke kelas kontrol nilai rata-rata yang dihasilkan adalah 88,75 (UTS) dan 75,83 (UAS) terdapat penurunan rata-rata nilai. Sedangkan kelas eksperimen nilai rata-ratanya sebesar 75,27 (UTS) dan 76,13 (UAS). Sedangkan untuk uji paired t-test 0,000 < 0,05 dapat dikatakan signifikan (menolak Ho), artinya secara parsial variabel pemahaman materi dan metode blended learning berpengaruh terhadap variabel hasil ujian.c
Copyrights © 2019