Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan instruksional implisit dan eksplisit pada pembelajaran POSI peserta didik dan membandingkan pengaruh pendekatan instruksional implisit dan eksplisit pada pembelajaran POSI peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Quasi-Experimental, dimana desain penelitian yang digunakan adalah One Grup Pretest - Posttest Design dengan sampel penelitian adalah 30 peserta didik kelas X MIPA 5 dan X MIPA 6 SMA Negeri 4 Kota Cirebon. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes tulis dengan menggunakan kertas dan pulpen, berupa pretest dan posttest tentang kemampuan Practices of Sciencetific Investigation (POSI). Bentuk instrument yang digunakan ialah pilihan ganda. Dalam penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengukuran kemampuan POSI peserta didik sebelum diberikan perlakuan berupa pretest kemudian kedua kelas eksperimen tersebut diberikan perlakuan yang berbeda,.Terakhir, peserta didik diberikan posttest tentang kemampuan POSI. Uji yang dilakukan terhadap penelitian, yaitu menggunakan Independent t Test dan Paired t Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model berpengaruh terhadap kemampuan POSI peserta didik, Namun peserta didik yang menerapkan pendekatan instruksional eksplisit memiliki kemampuan POSI yang lebih besar dibandingkan dengan peserta didik yang menerapkan pendekatan implisit. Secara substansial pendekatan instruksional eksplisit ini lebih efektif dalam mendorong kemampuan POSI peserta didik dan Pendekatan instruksional eksplisit ini juga tampaknya dapat menjadi pendekatan yang menjanjikan untuk mendukung kemampuan POSI peserta didik.Kata kunci: Inquiry, instruksional eksplisit, Intruksional Implisit, Kemampuan Practices of Sciencetific Investigation
Copyrights © 2022