Flexing adalah fenomena pamer pencapaian di media sosial. Dewasa ini, figur publik yang melakukan flexing di masa pandemi mendapatkan kritik dengan berbagai alasannya. Dalam tulisan ini, flexing tidak melulu dilihat dalam sudut pandang negatif. Flexing dikaji berdasarkan kajian filsafat, biblis, maupun teologis. Pemikiran Guy Debord tentang Society of Spectakce digunakan untuk mengkaji filsafat fenomena flexing. Dasar biblis yang digunakan yaitu kisah penyembuhan Yesus, untuk melihat tindakan flexing Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah di masa lampau. Sedangkan Dokumen Etika dalam Berinternet digunakan sebagai pisau bedah teologis fenomena ini.
Copyrights © 2022