Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Vol 15, No 1 (2018): Komunikologi

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PADA SEKTOR EKONOMI MELALUI SINETRON TUKANG BUBUR NAIK HAJI




Article Info

Publish Date
12 Mar 2019

Abstract

AbstractThis study aims to discuss the empowerment of women in the economic sector through soap opera Tukang Bubur Naik Haji based on the results of the Central Bureau of Statistics 2014 survey, that women are economically powerless. The contributing factor is that women carry a double burden between work and domestic affairs, difficulties in registering businesses and access to finance, dominating the number of workers with family employment status, the wage gap between female and male workers is still high (22.26% for sectors non-agriculture, 38.93% for agriculture, BPS, 2014). This shows that women are not yet equal to men. Therefore, a strategic solution is needed to solve the problem. Through Rumi's character this research seeks to dismantle the dominant ideology toward gender equality and through the second wave of feminism. Roland Barthes's semiotics method is used in the framework of a critical paradigm using standpoint theory and the flow of liberal feminism, the basic assumptions used are John Lock's doctrine of human rights, namely the right to life, liberty and the pursuit of happiness. Soap opera Synthetic Upper Hajiepisode 1112, 940, 1168 in analysis in the form of leksia includes five aspects of paradigmatic namely, hermeneutic code, semic, symbolic, proairetik and cultural. The results showed that soap opera Tukang Bubur Naik Haji had successfully dismantled the domestication of women toward gender equality through the point of view of liberal feminism. Keywords: feminism, porridge pilgrims, dominant ideology  AbstrakPenelitian ini bertujuan membahas pemberdayaan perempuan pada sektor ekonomi melalui sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang dilatar belakangi oleh hasil survei Biro Pusat Statistik Tahun 2014, bahwa perempuan secara ekonomi tidak berdaya. Faktor penyebabnya adalah, perempuan mengemban beban ganda antara pekerjaan dan urusan rumah tangga, kesulitan dalam mendaftarkan usahanya dan mendapatkan akses pembiayaan, mendominasi jumlah pekerja dengan status pekerja keluarga, kesenjangan upah antara pekerja perempuan dan laki-laki masih tinggi (22,26% untuk sektor non-pertanian; 38.93% untuk sektor pertanian;  BPS, 2014). Hal ini menunjukkan bahwa perempuan belum setara dengan laki-laki. Oleh karena itu, diperlukan solusi strategis mengatasi permasalahan tersebut. Melalui karakter Rumi penelitian ini berusaha membongkar ideologi dominan menuju kesetaraan gender dan melalui gerakan feminisme gelombang kedua. Digunakan metode semiotika Roland Barthes dalam kerangka paradigma kritis menggunakan standpoint theory dan aliran feminisme liberal, dasar asumsi yang dipakai adalah doktrin John Lock tentang hak asasi manusia yaitu hak hidup, mendapat kebebasan dan mencari kebahagiaan. Sinetron Tukang Bubur Naik Haji episode 1112, 940, 1168 di analisis dalam bentuk leksia mencakup lima aspek paradigmatik yaitu, kode hermeneutik, semik, simbolik, proairetik dan kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinetron Tukang Bubur Naik Haji telah berhasil membongkar domestifikasi perempuan menuju kesetaraan gender melalui sudut pandang feminisme liberal. Kata kunci: feminisme, tukang bubur naik haji, ideologi dominan

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

KM

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Komunikologi adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan penelitian dan non penelitian dalam bidang Ilmu Komunikasi. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September. Jurnal ini tidak dikenakan biaya dalam penerbitannya (free charge). Komunikologi menggunakan pengajuan ...