Media sosial semakin menempati posisi penting mempengaruhi dinamika relasi sosial dalam masyarakat, tidak terkeceuali relasi ekonomi. Di era prosumsi digital, masyarakat mengkonsumsi sekaligus memproduksi informasi. Permasalahannya adalah dari relasi prosumsi tersebut, informasi menjadi sekedar bernilai kapital, bukan untuk memberikan edukasi. Hal ini terjadi khususnya terhadap informasi berbentuk data kependudukan. Tulisan non-penelitian ini akan membahas media sosial dalam konteks data kependudukan di era prosumsi digital dengan menggunakan perspektif psikoanalisis, yaitu dengan melihat pada aspek skin ego dan demam arsip. Tulisan ini berargumen bahwa masyarakat warganet pada dasarnya memiliki kencenderungan saling berbagi di alam bawah sadarnya, ditambah dengan kencederungan untuk mengarsip data-data pribadinya. Kedua kencenderungan inilah yang membuat media sosial di satu sisi memiliki keunggulan dari media lain karena faktor kebebasannya, namun di sisi lain juga menjadi ancaman bagi masyarakat itu sendiri dalam konteks keamanan data pribadi. Kata Kunci : data kependuddukan, media sosial, prosumsi digital, psikoanalisis
Copyrights © 2021