AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan komunikasi antarpribadi pimpinan dengan karyawan serta sesama karyawan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan di PT. MMT. Penelitian menggunakan metode deskriptif korelasional, yaitu untuk mengetahui sejauhmana satu variabel atau lebih berperan dalam mempengaruhi variabel yang lain. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, teknik pengambilan berupa sensus pada 30 responden. Analisa data dilakukan dengan menggunakan:Koefisien Korelasi Pearson, digunakan untuk menjelaskan tingkat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yang dinyatakan dengan berbagai tingkat hubungan.Koefisien Determinasi, digunakan mengukur seberapa besar variabel-variabel independen dapat menjelaskan variabel dependen.Uji hipotesis dengan t-test, digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen signifikan atau tidak terhadap variabel dependen secara individual untuk setiap variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi pimpinan dengan karyawan serta sesama karyawan mempunyai hubungan positif dengan motivasi kerja, sehingga semakin baik komunikasi antarpribadi semakin tinggi motivasi kerja karyawan dengan kontribusi sebesar 40.7%. Berdasarkan hal ini, maka komunikasi antarpribadi pimpinan dengan karyawan serta sesama karyawan di PT MMT harus terus dijaga agar selalu kondusif sehingga dapat meningkatkan motivasi karyawan. Sehingga karyawan memberikan kontribusi yang lebih baik lagi kepada perusahaan. Kata Kunci: Komunikasi Antarpribadi, Motivasi Kerja
Copyrights © 2006