Stroke menempati peringkat kedua penyumbang kematian terbanyak. Tingginya angka kejadian stroke dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti kematian jaringan saraf di otak menimbulkan gangguan fungsi sensorimotor yang spesifik pada salah satu sisi tubuh, gangguan sensomotorik akibat stroke dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, hilangnya koordinasi atau kemampuan dalam mempertahankan posisi tertentu. Gangguan keseimbangan akibat hilang atau menurunnya fungsi motorik menyebabkan pasien stroke rentan untuk jatuh. Stroke di RSUD Imanudin Pangkalan Bun menempati peringkat 7 penyakit terbanyak dengan 287 kasus pada tahun 2020. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui apakah ada pengaruh intervensi rendam kaki air hangat tambah garam terhadap penurunan skala resiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik. Metode yang digunakan yaitu one group pre-post test, dengan teknik pengumpulan data total sampling. Jumlah sample 24 responden. Setelah melakukan penelitian didapat hasil dengan uji statistik wilcoxon didapat p value = 0,008, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengeruh rendam kaki pada air hangat tambah garam terhadap penurunan skala risiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik. Kesimpulan : 1. Hasil penelitian menunjukan skala risiko jatuh sebelum intervensi : tidak ada yang tidak berisiko jatuh, sebagian besar memiliki risiko jatuh rendah, dan hampir setengan memiliki risiko jatuh tinggi. 2. Hasil penelitian menunjukan skala risiko jatuh sesudah intervensi : tidak ada yang tidak berisiko jatuh, hampir semua memiliki risiko jatuh rendah, dan memiliki risiko jatuh tinggi lebih kecil. 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara rendam kaki pada air hangat tambah garam terhadap penurunan skala risiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik.
Copyrights © 2022