Zuliya Indah Fatmawati
STIKes Borneo Cendekia Medika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH INTERVENSI RENDAM KAKI PADA AIR HANGAT DITAMBAH GARAM TERHADAP PENURUNAN SKALA RISIKO JATUH PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Wahyudi Qorahman MM; Zuliya Indah Fatmawati; Megawati Megawati
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2 Desember.303

Abstract

Stroke menempati peringkat kedua penyumbang kematian terbanyak. Tingginya angka kejadian stroke dan dampak yang dapat ditimbulkan seperti kematian jaringan saraf di otak menimbulkan gangguan fungsi sensorimotor yang spesifik pada salah satu sisi tubuh, gangguan sensomotorik akibat stroke dapat menyebabkan gangguan keseimbangan, hilangnya koordinasi atau kemampuan dalam mempertahankan posisi tertentu. Gangguan keseimbangan akibat hilang atau menurunnya fungsi motorik menyebabkan pasien stroke rentan untuk jatuh. Stroke di RSUD Imanudin Pangkalan Bun menempati peringkat 7 penyakit terbanyak dengan 287 kasus pada tahun 2020. Penelitian ini bertujun untuk mengetahui apakah ada pengaruh intervensi rendam kaki air hangat tambah garam terhadap penurunan skala resiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik. Metode yang digunakan yaitu one group pre-post test, dengan teknik pengumpulan data total sampling. Jumlah sample 24 responden. Setelah melakukan penelitian didapat hasil dengan uji statistik wilcoxon didapat p value = 0,008, maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengeruh rendam kaki pada air hangat tambah garam terhadap penurunan skala risiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik. Kesimpulan : 1. Hasil penelitian menunjukan skala risiko jatuh sebelum intervensi : tidak ada yang tidak berisiko jatuh, sebagian besar memiliki risiko jatuh rendah, dan hampir setengan memiliki risiko jatuh tinggi. 2. Hasil penelitian menunjukan skala risiko jatuh sesudah intervensi : tidak ada yang tidak berisiko jatuh, hampir semua memiliki risiko jatuh rendah, dan memiliki risiko jatuh tinggi lebih kecil. 3. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara rendam kaki pada air hangat tambah garam terhadap penurunan skala risiko jatuh pada pasien stroke non hemoragik.
EFEKTIVITAS SPIRITUAL GROUP THERAPY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA Zuliya Indah Fatmawati
Jurnal Kesehatan Borneo Cendekia Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Borneo Cendekia
Publisher : STIKES Borneo Cendekia Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54411/jbc.v6i2 Desember.300

Abstract

Gangguan pola tidur pada masa usia lanjut dapat mempengaruhi kualitas tidur sehingga pemenuhan kebutuhan istirahat tidur menjadi terganggu dan dapat menurunkan kualitas kesehatan pada lansia, Sehingga permasalahan dalam kualitas tidur perlu diperhatikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari pemberian spiritual group therapy untuk meningkatkan kualitas tidur lansia. penelitian ini menggunakan metode metode quasi eksperimen dengan metode pelaksanaan one group pre test-post test design. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 hari dengan pertemuan kelompok lansia banyak 2 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kualitas tidur lansia setelah mengikuti spiritual group therapy dengan nilai P value 0,000. Hasil penelitian merekomendasikan bahwa intervensi spiritual group therapy dapat digunakan untuk kelompok usia lanjut maupun usia produktif yang memiliki masalah gangguan pola tidur baik dengan keluhan fisik maupun psikologis Kata kunci: spiritual group therapy, kualitas tidur, lansia
HUBUNGAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Martina Sindi Florika; Zuliya Indah Fatmawati; Eko Budi Laksono; Ade Sucipto
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.14

Abstract

HIV is a virus that attacks the human immune system and weakens the body's defenses against various diseases. This virus infects white blood cells and weakens the immune system, making infected individuals susceptible to various opportunistic infections. If left untreated, this infection can lead to AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), a series of symptoms resulting from the weakened immune system caused by the HIV virus. This study investigated the relationship between spiritual well-being and sleep quality in HIV/AIDS patients. This study used a descriptive analysis design with a sample of 58 respondents. Sampling was conducted using purposive sampling. Data were collected using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Spiritual Well-Being (FACIT-SP12) and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Univariate data analysis was performed using frequency distributions, and bivariate data analysis was performed using descriptive analysis. All respondents reported high levels of spiritual well-being. Most reported good sleep, while nearly half reported poor sleep. Descriptive analysis revealed a relationship between spiritual well-being and sleep quality. Descriptive analysis indicated that higher levels of spiritual well-being resulted in better sleep quality. This study demonstrates a relationship between high levels of spiritual well-being and sleep quality in HIV/AIDS patients.
HUBUNGAN JENIS INSULIN DENGAN KEPATUHAN DIET DAN AKTIVITAS FISIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN Rastra Dharma; Eko Budi Laksono; Zuliya Indah Fatmawati
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.15

Abstract

Latar belakang : Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit metabolisme akut yang dicirikan dengan tingginya kadar gula darah (hiperglikemia). Kepatuhan terhadap diet sangat penting untuk membentuk kebiasaan yang baik dan membantu pasien mengikuti saran dari tenaga kesehatan,  dampak dari frekuensi makan yang salah dapat mengakibatkan glukosa darah tidak normal, aktivitas fisik yang baik dan teratur dapat memberikan manfaat bagi tubuh, khususnya bagi penderita diabetes melitus dalam menurunkan kadar gula.  Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis insulin dengan kepatuhan diet dan aktivitas fisik pada penderita diabetes mellitus di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode : Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional yaitu penelitian dalam satu tahapan atau satu periode waktu, hanya meneliti perkembangan dalam tahapan tahapan tertentu saja. Hasil : Tidak ada hubungan jenis insulin dengan kepatuhan diet dan aktifitas fisik pada penderita diabetes mellitus di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Hasil Uji Rank-Spearman diperoleh nilai signifikasi sebesar P-value = 0.143 dimana nilai signifikasi lebih besar dari nilai P-value = (>0.05) maka H1 ditolak dan H0 diterima. Hasil Uji Rank-Spearman diperoleh nilai signifikasi sebesar P = 0.291 dimana nilai signifikasi lebih besar dari nilai P = (>0.05) maka H1 ditolak dan H0 diterima. Kesimpulan : Jenis insulin tidak berhubungan dengan kepatuhan diet dan aktivitas fisik pada penderita diabetes mellitus di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
PENGARUH KOMBINASI TERAPI FOOT MASSAGE DAN AROMA TERAPI LEMON TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH PUSKESMAS SUNGAI RANGIT Miko Saputra; Eko Budi Laksono; Zuliya Indah Fatmawati
Journal Integrative and Holistic Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Journal Integrative and Holistic Health Studies
Publisher : Punar Svasthya Krista

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66188/jihhs.v1i1.16

Abstract

Latar belakang : Hipertensi menjadi suatu penyebab mortalitas dan morbilitas di Indonesia, dan penatalaksanaan farmakologinya dengan penggunaan obat anti hipertensi sangat umum dilakukan diberbagai tingkat fasilitas kesehatan, adapun pengobatan non farmakologis sebagai pelengkap pengobatan farmakologis yaitu  foot massage  dan aromaterapi lemon kerena bisa  melancarkan  peredaraan  darah  keseluruh tubuh. Tujuan mengidentifikasi tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian intervensi, menganalisis pengaruh kombinasi pemberian foot massage  dangan aromaterapi lemon terhadap perubahan tekanan darah pada penderita  hipertensi. Metode : Penelitian quasy experimental design, two group pre test post test design, populasi 77 responden, sample 30 responden, teknik purposive sampling. Alat ukur menggunakan tensimeter digital dan lembar observasi, menggunakan uji wilcoxon pada kelompok berpasangan. Hasil : Ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah dilakukan intervensi foot massage dan aromaterapi lemon, pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol selisih tekanan darah sistolik sebesar 7,60 sedangkan diastolik sebesar 7,74. Dan hasil uji Wilcoxon pada kelompok intervensi sistolik dan diastolik p-value 0,001<0,005 sedangkan pada kelompok kontrol sistolik dan diastolik p value 0,001<0,005. Hasil uji Mann Whitney tekanan darah sistolik p value 0,018 diastolik p value 0,015. Kesimpulan : Sebagian besar tekanan darah sebelum dilakukan intervensi sistolik dan  diastolik dengan status hipertetensi stadium I dan stadium II, sesudah status hipertensi, normal, pra-hipertensi, stadium I dan stadium II ,ada pengaruh  kombinasi  pemberian  foot  massage  dan aromaterapi lemon terhadap perubahan tekanan darah pada penderita hipertensi. Dan paling besar sistolik intervensi terdapat di stadium I yaitu 53.3% sedangkan diastolik terdapat 80.0%