AbstrakDusun Segaran Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto memiliki dua agama dengan persentase penduduk yang memeluk agama Islam dan Kristen adalah 70% : 30%. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai dasar yang menjadi landasan terbentuknya toleransi antar umat beragama, (2) mengetahui bentuk toleransi antar umat beragama Islam dan Kristen di Dusun Segaran Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data mulai dari pengumpulan data, reduksi data, deskripsi data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif nilai-nilai dasar yang menjadi landasan terbentuknya toleransi antar umat beragama adalah nilai agama dan nilai budaya. Sedangkan, secara empirik terdiri atas nilai kemanusiaan, nasionalisme, historis, keteladanan tokoh masyarakat, dan nilai kesabaran. Bentuk toleransi agama bagi umat Islam meliputi kegiatan Tahlil bapak-bapak, Tahlil putri, Jamiyah Diba’, Khataman dan pengajian. Sementara, bentuk toleransi agama bagi umat Kristen berupa kegiatan kebaktian keluarga dan ibadah tiap hari Minggu di Gereja. Bentuk toleransi sosial berupa kerjasama antara umat Islam dan Kristen di Dusun Segaran terdiri atas gotong-royong, donor darah, kegiatan 17 Agustus, PKK dan rapat RT.Kata Kunci: Toleransi, Umat Islam dan Kristen, dan Persatuan IndonesiaAbstractSegaran Hamlet have two religions with the percentage of people who converted to Islam and Christians are 70%: 30%. The aim of this research were to know (1) the basic values that underlie the formation of inter-religious tolerance of Muslims and Christians, (2) to know the form of inter-religious tolerance of Islam and Christianity in the Segaran Hamlet Dlanggu district Mojokerto town.This research uses a qualitative research methods with a case study approach. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Analysis of data from data collection, data reduction, data description and making conclusions. Results of this research are normatively basic values that underlie the formation of inter-religious tolerance in Islam and Christian consists of the value of religious and cultural values. Meanwhile, empirical values consists of human values, nationalism, historical, exemplary community leaders, and value of patience. The form of religious tolerance for Muslims include activities Tahlil fathers, Tahlil daughter, Jamiyah Diba ', Khataman and recitation. Meanwhile, the form of religious tolerance for Christians include of family services and worship services every Sunday at church. Forms of social tolerance between Muslims and Christians in the Segaran hamlet consists of mutual help, blood donors, activities August 17, PKK and RT meeting.Keywords: Tolerance, Muslims and Christians, and the Indonesian United
Copyrights © 2013