AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang perubahan pemaknaan Tradisi Undhuh-Undhuh di Desa Mojowarno. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Informan penelitian dipilih dengan teknik snowball sampling yaitu seorang informan yang akan menjadi pintu masuk untuk melakukan pengecekan informasi kepada informan lain untuk melengkapi data dan seterusnya. Penelitian ini juga melibatkan informan kunci yaitu kepala desa dan pemuka agama yang berada di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pemaknaan terhadap Tradisi Undhuh-Undhuh. Dahulu, Undhuh-Undhuh dimaknai sebagai kegiatan mengumpulkan padi untuk dipinjamkan kepada warga yang membutuhkan. Sekarang, Undhuh-Undhuh dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur, meningkatkan rasa kebersamaan, membantu perekonomian warga dan meningkatkan rasa toleransi. Perubahan pemaknaan tidak lepas dari pengaruh globalisasi, yakni internet dan media massa, besarnya rasa gengsi di masyarakat serta adanya budaya barat yang masuk. Saran yang diberikan adalah hendaknya Tradisi Undhuh-Undhuh yang sudah berlangsung selama 83 tahun ini tetap dipertahankan keasliannya dari era yang terus berubah. Karena terdapat nilai budaya lokal masyarakat Mojowarno.Kata kunci: Tradisi, Transformasi Makna, Globalisasi.AbstractThis study aims to describe the change of meaning Undhuh-Undhuh tradition in the Mojowarno village. This research is a case study with a qualitative approach. Data collection was done with the interview and observation. Informant was selected by snowball sampling technique that is an informant who will be the entrance to check the information to another informant to complete the data and so on. This research also involves key informant that the village heads and religious leaders who are in the village. Result showed a change in the meaning of the Undhuh-Undhuh tradition. Previously, Undhuh-Undhuh interpreted as an activity to collect rice for lent to those in need. Now, Undhuh-Undhuh interpreted as an expression of gratitude, increase a sense of community, help the economy of the people and increase the sense of tolerance Changes of meaning can not be separated from the influence of the internet and the globalization of the mass media, the magnitude of a sense of pride in the community as well as the incoming western culture. Advice given is should Undhuh-Undhuh tradition that has lasted for 83 years maintained the authenticity of a changing era. Because there is a community of local cultural values of Mojowarno.Key word: Tradition, Transformation of meaning, Globalization.
Copyrights © 2013