AbstrakPenelitian yang dilakukan di Terminal Joyoboyo dan Terminal Purabaya Surabaya ini bertujuan untukmengetahui efektivitas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terhadap anak jalanan di KotaSurabaya. UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak merupakan salah satu kebijakan yangdibuat untuk melindungi hak anak termasuk anak jalanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifkuantitatif dengan responden Kepala Dinas Sosial dan anak-anak jalanan di Terminal Joyoboyo danPurabaya. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah random samplingkarena pengambilan sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang adadalam anggota populasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan persentase. Darihasil penelitian, diketahui bahwa persentase penerapan UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anakterhadap anak jalanan tidak efektif yaitu sebesar 46,17%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan UUtentang Perlindungan Anak terhadap anak jalanan ini tidak berjalan dengan baik. Faktor penegak hukumdan budaya hukum masih buruk dan menjadi faktor penghambat keefektifan undang-undang. Namun,Pemerintah Surabaya tetap melakukan upaya untuk menekan jumlah angka anak jalanan di KotaSurabaya melalui program razia, pembinaan dan bimbingan moral terhadap anak jalanan di KotaSurabaya. Disimpulkan bahwa program razia, pembinaan bakat dan bimbingan moral diterapkan padaanak jalanan sebagai bentuk implementasi UU Perlindungan Anak. Disarankan kepada pemerintah untukmemberikan penyuluhan kepada orang tua anak jalanan serta melakukan kerjasama dengan sanggar dankomunitas anak jalanan agar dapat memberantas dan memberdayakan keluarga anak jalanan.Kata Kunci: UU Perlindungan Anak, anak jalananAbstractThis study is conducted in Joyoboyo and Purabaya Terminal intent on the effectiveness of laws number23, 2002 about children protection in the fringe area of Surabaya. The law number 23, 2002 is one of thepolicies that made for protecting children rights included waifs. This study applies qualitative descriptivedesign moreover the head of social and waifs department in Joyoboyo and Purabaya Terminal as theparticipant. The sample technique in this study use simple random sampling. This technique is appliedbecause samples are taken randomly in one population by ignoring their strata in the population member.The analysis that is used in this study is percentage. The findings and discussions found 46,17% from thepercentage of application of laws number 23, 2002 about children protection. It means that this law isineffective. This result shows that the law about children protection is inapplicable. Enforcer factorsentences and still bad law culture and as statute effectiveness resistor factor. However, Surabaya publicagency still effort to decrease the number of waifs in Surabaya by raid program, founding, and moralguidance for them. It can be concluded that the application of the raid program, founding, and moralguidance are kinds of the implementation the laws about children protection. The government issuggested to conduct counseling to waifs’ parents. Furthermore, good cooperation with waifs’ communityis one of the best ways to make their life beneficial.Keywords: the laws of children protection, the waifs.
Copyrights © 2013