Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)

STRATEGI PEMBENTUKAN SIKAP SOPAN SANTUN DI PANTI ASUHAN AISYIYAH SUMBERREJO KABUPATEN BOJONEGORO




Article Info

Publish Date
30 Jan 2015

Abstract

mendiskripsikan tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tata tertib terutama sikap sopan santun yang dilakukan anak asuh dan strategi pembentukan sikap sopan santun di panti asuhan Aisyiyah Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini meggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tata tertib terutama sikap sopan santun yang dilakukan anak asuh yaitu kurangnya kesadaran pada diri anak asuh, pengaruh lingkungan pergaulan, kurangnya pengawasan dari pengasuh dan pengurus, minimnya pengetahuan anak asuh terhadap tata tertib dan kurangnya hubungan interpersonal antara pengurus pondok dengan anak asuh terutama anak asuh yang bermasalah terhadap tata tertib. Pembentukan sikap sopan santun yang dilakukan pengasuh dengan cara (1) Keteladanan yaitu memberikan teladan yang baik terhadap anak asuh di panti; (2) Pembiasaan yaitu dengan cara senyum, sapa, dan salam (3) Komunikasi yaitu dilakukan pada saat musyawarah pada kegiatan kultum agar bisa mengetahui masalah, saran dan keluhan anak panti; (4) Nasehat atau teguran yaitu bertujuan untuk menanamkan pentingya tentang peraturan tata tertib (5) Pemberian penghargaan (reward)dan hukuman (punishment). Pemberian penghargaan (reward) ditujukkan kepada anak asuh yang berprestasi akademik maupun non akademik, sedangkan pemberian hukuman (punishment) ditujukan kepada anak asuh yang melanggar tata tertib panti asuhan. Kata kunci: Sopan Santun, Anak Asuh Abstract The study aims to determine the orphanage is the informal institution which builds children character who do not have family or live with family. The orphan taken care by the manager who replaces their parents in taking care of, protecting, and counseling them. This research aims to describe the causing factors of rules violence especially polite character in Aisyah orphanage at Sumberreja, Bojonegoro. This uses qualitative approach and data collection technique of: observation, in dept interview, and documentation. The informant was chosen by sampling purposive technique. The data analysis techniques used are data reduction, data display, and conclusion.The result of research shows that there are some causing factors of rules violence especially orphans’ polite character such as: the lack of consciousness owned by the orphans, the effect of associating environment, the lack of control by the manager and sitter, the minimum knowledge of orphan toward the rules, and the lack of interpersonal relationship between boarding managers and orphans especially those who break the rule. Building the polite character done by the managers includes: good behavior as giving good example to the orphans in the orphanage, Communication done when discussion is in the speech. To know the problems, suggestion, and critics of the orphans, the suggestion or critics aims to implant the importance of rule. Rewarding is aimed for orphans who are either goo in academic or no academic. Punishment is only aimed to teach the orphans, who broke the rules in the orphanage. Keywords: polite character, orphans

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jurnal-pendidikan-kewarganegaraa

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan ...