Abstrak Penelitian ini mengungkapkan tentang peran koordinator Bonek dalam mengendalikan perilaku agresif suporter Persebaya (Bonek) di Surabaya. Koordinator Bonek mempunyai hak dan kewajiban serta berperan penting dalam mengoordinasi supaya terwujud suporter yang dapat mengendalikan perilaku agresif. Untuk menjadi seorang koodinator Bonek tidak ada kriteria-kriteria khusus misalnya ada batas pendidikan akhir, batasan umur dan lain sebagainya. Akan tetapi menjadi seorang koordinator Bonek atau predikat koordinator Bonek itu diberikan kepada tetua ataupun senior yang bisa dijadikan teladan, melindungi dan meredakan. Unsur senioritas disini tidak bisa dihilangkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran koordinator Bonek dalam mengendalikan perilaku agresif para suporter Bonek di Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori peran dari Biddle & Thomas dan Prosocial Behavior Theory dari Mussen & Eisenberg. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Lokasi penelitian pada komunitas Bonek di Surabaya. Informan dalam penelitian ini adalah koordinator Bonek dan suporter Bonek yang tergabung dalam komunitas. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dihasilkan sebuah kesimpulan peran koordinator Bonek antara lain melalui keteladanan, wejangan (talk) dan mengadakan program-program yang secara tidak langsung dapat mengendalikan perilaku agresif Bonek. Kata Kunci: Koordinator Bonek, Perilaku agresif, Suporter Persebaya Abstract This research find out about Bonek coordinator role in controlling aggressiveness of Persebaya supporters (Bonek) in Surabaya. Bonek coordinator definitely has the right and responsibility to hold the important role of managing the supporter in order to control their aggressiveness. No specific criteria to become a Bonek coordinator such as they must have the qualification of education, age, and so on. However, to become a Bonek coordinator or the predicate of Bonek coordinator was given to someone who could be a role model and protect. Seniority element cannot be eliminated. The aim of this research to find out and describe about Bonek coordinator role in controlling aggressiveness of Persebaya supporters (Bonek) in Surabaya. The theory that used in this research role theory by Biddle & Thomas and prosocial behavior theory by Mussen & Eisenberg. In this study use method qualitative research. The setting of this research is in the Community of Bonek supporters in Surabaya. The informants in this research is the Bonek coordinator and Bonek supporters who are the members of the community. Data collection was collected by using observation, interviews, and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the data analysis, the conclusions are there the roles of Bonek coordinator could be shown by the role model of Bonek coordinator, talk and obtaining the programs which could control the aggressiveness of supporters Bonek. Keywords: Bonek coordinator, Aggressiveness, Supporter Persebaya
Copyrights © 2015