Kajian Moral dan Kewarganegaraan
Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)

MAKNA KEBERADAAN JEMBATAN SURAMADU BAGI PEDAGANG KAKI LIMA KENJERAN SURABAYA




Article Info

Publish Date
05 Jun 2015

Abstract

Pedagang Kaki Lima yang menempati ruang dan jalan publik dapat menciptakan masalah sosial, situasi ini menciptakan masalah dalam pengelolaan pembangunan dan merusak morfologi dan estetika kota. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna keberadaan jembatan Suramadu bagi pedagang kaki lima Kenjeran Surabaya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengambilan subjek data dilakukan secara selektif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni teknik analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dianalisis menunjukan bahwa Keberadaan Jembatan Suramadu memberikan babak baru bagi kehidupan warga sekitar dan lebih khususnya bagi para pedagang kaki lima di sekitar Jembatan Suramadu selain itu keberadaan Jembatan Suramadu telah memicu aktifitas perekonomian di sekitar Jembatan Suramadu. Namun tidak adanya penataan padagang kaki lima di kaki Jembatan Suramadu menimbulkan pertumbuhan jumlah pedagang kaki lima yang tidak terkendali. Sesuai dengan teori interaksionalisme yang diungkapkan oleh Blumer dijelaskan bahwa makna keberadaan Jembatan Suramadu memberikan perubahan yang besar terhadap individu maupun kelompok-kelompok yang ada disekitar jembatan suramadu. Proses ini oleh Blumer dibagi menjadi tiga prinsip yakni meaning, language, dan thought. Berdasarkan ketiga prinsip tersebut dan disandingkan dengan data yang ada dilapangan peneliti menyimpulakan bahwa teori yang diungkapkan oleh Blumer tersebut terbukti atau sesuai. Selain itu, Aturan Tata Kota tentang Pedagang Kaki Lima juga belum begitu maksimal berjalan. Masih banyak dan semakin menjamurnya para pedagang kaki lima merupakan salah satu bukti bahwa para pedagang kaki lima yang semestinya mengetahui aturan tersebut namun tetap saja berjualan tanpa memperdulikan resiko yang akan dihadapinya didepan.Kata kunci: Makna, Jembatan Suramadu, Pedagang Kaki Lima (PKL).AbstractStreet Vendors who occupy public spaces and roads can create social problems, this situation creates problems in the management of development and damage morphology and aesthetics of the city. The aim of this study was to determine the meaning of existence for the longest bridge vendors Kenjeran Surabaya. This study was included in the qualitative research with descriptive type. Technique intake of data subject done selectively.Techniques of data collection is done with interviews and observations. Data analysis techniques are used that data analysis techniques using qualitative descriptive analysis. Results of the research that has been analyzed shows that the presence of Suramadu give a new chapter to the lives of local people and more particularly for the street vendors around the longest bridge in addition to the existence of the longest bridge has triggered economic activity around the Bridge. However, the absence of structuring padagang five feet at the foot of longest bridge pose a growing number of vendors that are not controlled. In accordance with the theories expressed by Blumerinteraksionalisme explained that the meaning of existence longest bridge provides a major change to the individuals and groups that exist around the Bridge. This process by Blumer is divided into three principles that meaning, language, and thought. Based on these three principles and juxtaposed with the existing data field researchers menyimpulakan that theory expressed by Blumer is proven or appropriate. In addition, the Rules of Procedure of the City of Street Vendors also not so the maximum run. There are still many and the proliferation of street vendors is one proof that the vendors who should know the rules but still sell regardless of the risk that it will face in front. Keywords: Meaning, longest bridge, street vendors (PKL)

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jurnal-pendidikan-kewarganegaraa

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan ...