Limbah ikan merupakan buangan/sisa hasil usaha dan/atau kegiatan, jika limbah tersebut tidak ditangani dengan baik maka dapat mencemari lingkungan hidup. Limbah ikan seperti insang dan jeroan merupakan sumber protein yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai produk bahan pakan tambahan bagi broiler. Penelitiian ini bertujuan untuk mengetahui performa broiler yang diberi kombinasi limbah ikan yang berbeda sebagai bahan pakan pada pemeliharaan selama 28 hari. Materi penelitian yaitu DOC broiler jumbo 747 sebanyak 90 ekor, pakan komersil, dan limbah ikan (jeroan dan insang). Metode penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap ulangan berisi 10 ekor broiler. Ketiga perlakuan terdiri dari pakan komersil tanpa limbah ikan (L0), pakan komersil 93% dengan limbah ikan 7% (L1), dan pakan komersil 86% dengan limbah ikan 14% (L2). Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan rataan konsumsi pakan berada pada kisaran L0 = 2.010±1,0 gr/ekor hingga L1 = 2.052±66,6 gr/ekor, rataan pertambahan bobot badan pada kisaran L0=1.515±52,4 gr/ekor hingga L2=1.578±62,0 gr/ekor, rataan konversi pakan berada pada kisaran L2=1.34±0.046 hingga L1=1.36±0.051. Analisis ragam menunjukkan kombinasi limbah ikan dengan pakan komersil memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah ikan (jeroan dan insang) hingga level 14% tidak mempengaruhi performa broiler.
Copyrights © 2023