Publish Date
30 Nov -0001
Kota Surakarta yang juga dikenal sebagai Kota Solo memiliki akar seni dan warisan budaya yang melahirkan beragam jenis kriya, kesenian rakyat dan kuliner yang menegaskan identitas kota sebagai kota budaya dan memperkuat branding “Solo the Spirit of Javaâ€. Budaya merupakan basis dalam mencapai tujuan tata ruang dalam wujud kota kreatif. Eskalasi pengakuan Surakarta sebagai bagian dari jejaring kota kreatif UNESCO bidang kriya dan kesenian rakyat merupakan langkah dalam memperkuat branding dan kontribusi, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui kesiapan Kota Surakarta sebagai kota kreatif bidang kriya dan kesenian rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deduktif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi dengan membandingkan antara hasil dokumen dan literatur dengan hasil wawancara. Kesiapan kota kreatif dirumuskan melalui analisis skoring berdasarkan pendekatan bangunan kota kreatif. Lokasi penelitian dipilih kota Surakarta yang memiliki identitas budaya kuat di bidang kriya dan kesenian rakyat. Surakarta memiliki pilar kota kreatif yang belum berimbang dimana pilar kreasi, produksi, distribusi, dan konsumsi masuk dalam kategori siap, sedangkan pilar konservasi masuk dalam kategori tidak siap. Nilai total kesiapan kota kreatif di tiap pilar adalah 13, sehingga Surakarta masuk dalam kelas siap sebagai kota kreatif.
Copyrights © 0000