Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PERUBAHAN PERMUKIMAN NELAYAN PASCA REKLAMASI PANTAI DI KELURAHAN LETTE, KECAMATAN MARISO MAKASSAR Aidi Darmansyah; Sudaryono Sudaryono; Deva Fosterharoldas Swasto
Jurnal Teknosains Vol 8, No 2 (2019): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.37731

Abstract

Lette is one of the sub-districts in Mariso Subdistrict, Makassar City which has a suburban area and the community has a livelihood as a fisherman. The condition of the Tanjung Bunga coastal and coastal area has undergone a change, which used to be the territorial waters that are now largely transformed into land, this change is due to the ongoing coastal and coastal reclamation process in the area of Tanjung Bunga. To meet the need for urban space, Lette fishermen have no choice but to be relocated from their place of origin to the flats. This study aims to determine the spatial, cultural, socio-economic changes in the fishing settlement of Lette and the factors that drive these changes. This study uses an inductive-qualitative method with a phenomenological approach. The results of the study show that the changes that occur are changes in coastal space, changes in settlement space and the creation of a central business, tourism and entertainment area. Factors driving these changes are changes in fishing boat access and entry, dock circulation, catching areas that are not potential, domestic activities, spatial space utilization, bale-bale culture, informal fishing activities, and new economic space.
Persepsi dan Pola Pergerakan Wisatawan Di Kota Yogyakarta Kasus: Kawasan Malioboro Tatang Salim; Deva Fosterharoldas Swasto
Jurnal Syntax Admiration Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v3i1.375

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu industri jasa yang mengutamakan dan menciptakan tingkat kepuasan bagi wisatawan. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta miliki banyak objek wisata yang memiliki karakteristik berbeda-beda sehingga terjadinya perpindahan elemen antar lokasi. perpindahan wisata dapat dilihat dari perubahan ruang, mulai ruang privat menuju ruang publik. Ruang publik yang selalu ramai dengan pengunjung wisatawan di kota Yogyakarta adalah kawasan Malioboro. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi dan pola pergerakan wisatawan dan faktor yang mempengaruhinya di kawasan Malioboro. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara dengan observasi, wawancara dan pengamatan lapangan dalam kurun waktu tertentu. Sampel dipilih dengan teknik non-random purposive sampling yaitu wisatawan domestik yang mengunjungi kawasan Malioboro. Hasil analisis menunjukkan bahwa melakukan perjalanan dengan motivasi merelaksasi atau hiburan dari aktivitas keseharian. Perjalanan wisata di kawasan Malioboro dengan pola pergerakan multi pattern yaitu base site dan stopover. Faktor yang mempengaruhi dalam wisata adalah faktor pendorong yaitu escape, educational opportunity dan faktor penarik yaitu destinasi, tingkat kemudahan
ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA MORFOLOGI PERMUKIMAN KOTA Anityas Dian Susanti; Ikaputra Ikaputra; Deva Fosterharoldas Swasto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i2.710

Abstract

Abstract: The bibliometric approach is used as the basis for developing scientific fields obtained from analysis of selected articles / journals from the Web of Science or Scopus. The purpose of using bibliometric analysis is to find out how many journals with the theme of urban settlement morphology are published. The method for measuring the quantity of publications is by taking bibliometric data from Scopus and analyzed using the VOS Viewer. The results of the visualization are explained in detail through theoretical dialogue and the results of bibliometric analysis.Abstrak: Pendekatan bibliometrik digunakan sebagai dasar mengembangkan bidang keilmuan yang diperoleh dari analisis bersumber artikel/jurnal yang dipilih melalui Web of Science atau Scopus. Tujuan menggunakan analisis bibliometrik adalah untuk mengetahui seberapa banyak jurnal dengan tema morfologi permukiman kota dipublikasikan. Metode untuk mengukur kuantitas publikasi dengan mengambil data bibliometric dari Scopus dan dianalisis dengan menggunakan VOS Viewer. Hasil Visualisasi tersebut dijelaskan secara rinci melalui dialog teori dan hasil analisis bibliometrik.
Strategi Adaptasi Masyarakat di Permukiman Sekitar Bantaran Rel Kereta Api Kecamatan Gondokusuman Yogyakarta Dhanty Prihatiningsih; Deva Foster Haroldas Swasto
REKA RUANG Vol 4 No 1 (2021): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v4i1.2168

Abstract

The settlements along the railway tracks are illegal settlements. The settlement is located in an area that is not intended as a developable area. The existence of the illegal settlement may cause several urban problems. Yogyakarta is one of the major cities in Indonesia and is experiencing rapid population growth. The population growth has encouraged informal settlement growth, especially for the low and middle-income population. One of the growing informal settlements in Yogyakarta is the settlement along the railway tracks in Gondokusuman District. This slum area has been inhabited since fifty years ago. The experience of living in the informal settlement has made the inhabitants build an adaptive strategy to survive in the slum area. This research was conducted to study the adaptive strategy of the slum dwellers in the settlement along the railway tracks in Gondokusuman District. This research utilizes the qualitative-inductive approach to understand the formation and the choice of the adaptation strategy of the slum dwellers in the study area. This research reveals that there are three main strategies practiced by the slum dwellers, which are (1) individual adaptation, (2) settlement adaptation, and (3) communal adaptation. The utilization of those strategies has made the slum dwellers survive in the slum area along the railway tracks.
Slums Prevention from A Policy Perspective in Indonesia Maman Sukiman; Deva Fosterharoldas Swasto
UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/unifikasi.v9i1.4975

Abstract

Many studies on aspects of slums area improvement and the causes of slums settlements have been carried out, but studies that focus on aspects of slums prevention are still challenging to find. One reason for the emergence of slums is the Government's failure of policies and their implementation. This article aims to examine the prevention of slums settlements in the policy perspective of Law Number 1 of 2011 concerning Housing and Settlements Areas and the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing Number 14/PRT/M/2018 concerning Prevention and Quality Improvement of Slums. They are analyzed using a qualitative method with a normative juridical approach. The results of the analysis show that the slums prevention policy has several weaknesses; namely, prevention policy should start from planning not directly to control and supervision, slums prevention settlements is still focused on urban areas, slums prevention is not considered urgent, and there are some biases in the prevention of slums measurement of slums criteria which has the potential to make the policy of preventing slums settlements, not on target. For these reasons, the Government needs to make policies that are more operational in preparing plans of slums prevention; considering aspects of the causes of slums in policymaking; synergizing slum area improvement policies with slum prevention policies; campaigning for the importance of preventing slum in both urban and rural areas; refining slums criteria or indicators; involving stakeholders in the formulation and implementation of slum prevention policies; and increasing community social capital.
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT NELAYAN PASCA PENATAAN PERMUKIMAN DI KELURAHAN SUMBER JAYA BENGKULU Pretty Maggiesty Rosantika; Deva Fosterharoldas Swasto
JURNAL RISET PEMBANGUNAN Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36087/jrp.v4i1.83

Abstract

Pemerintah daerah telah menetapkan program-program pembangunan di kawasan pesisir dengan menempuh kebijakan mengenai pengembangan wilayah melalui pendekatan penataan ruang. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perubahan Rakyat mengadakan penataan kawasan kumuh pesisir sebagai salah satu program strategis PUPR. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perubahan sosial, budaya dan ekonomi yang terjadi di masyarakat pasca penataan pemukiman dan menjelaskan strategi adaptasi masyarakat pasca penataan pemukiman di Kelurahan Sumber Jaya. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode penelitian kualitatif induktif yaitu dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif yang dijelaskan dengan penalaran induktif. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya perubahan pasca penataan berupa penambahan tingkat interaksi sosial, terciptanya kebudayaan dan kebiasaan baru serta meningkatnya kegiatan ekonomi di Kelurahan Sumber Jaya menuju ke arah yang lebih baik. Terdapat dua bentuk Strategi adaptasi di Kelurahan Sumber Jaya yaitu adaptasi aktif dan adaptasi pasif. Penelitian yang telah dilakukan masih jauh dari kesempurnaan maka diperlukannya rekomendasi kepada peneliti selanjutnya, pemerintah dan pihak terkait. Pemerintah diharapkan untuk terus memberikan perhatian khusus terhadap Kelurahan Sumber Jaya untuk menjaga dan memelihara permukiman setelah penataan agar tetap dapat dipertahankan dan masih diperlukannya adanya penyuluhan – penyuluhan dan pembekalan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat dalam pengembangan masyarakat terutama dalam bidang kebersihan dan ekonomi.
ANALISIS BIBLIOMETRIK PADA MORFOLOGI PERMUKIMAN KOTA Anityas Dian Susanti; Ikaputra Ikaputra; Deva Fosterharoldas Swasto
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i2.710

Abstract

Abstract: The bibliometric approach is used as the basis for developing scientific fields obtained from analysis of selected articles / journals from the Web of Science or Scopus. The purpose of using bibliometric analysis is to find out how many journals with the theme of urban settlement morphology are published. The method for measuring the quantity of publications is by taking bibliometric data from Scopus and analyzed using the VOS Viewer. The results of the visualization are explained in detail through theoretical dialogue and the results of bibliometric analysis.Abstrak: Pendekatan bibliometrik digunakan sebagai dasar mengembangkan bidang keilmuan yang diperoleh dari analisis bersumber artikel/jurnal yang dipilih melalui Web of Science atau Scopus. Tujuan menggunakan analisis bibliometrik adalah untuk mengetahui seberapa banyak jurnal dengan tema morfologi permukiman kota dipublikasikan. Metode untuk mengukur kuantitas publikasi dengan mengambil data bibliometric dari Scopus dan dianalisis dengan menggunakan VOS Viewer. Hasil Visualisasi tersebut dijelaskan secara rinci melalui dialog teori dan hasil analisis bibliometrik.
Kesiapan Kota Surakarta sebagai Kota Kreatif Bidang Kriya dan Kesenian Rakyat Nicolaus Fristo Atmaja; Deva Fosterharoldas Swasto
Syntax Idea 354-370
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v5i3.2154

Abstract

Kota Surakarta yang juga dikenal sebagai Kota Solo memiliki akar seni dan warisan budaya yang melahirkan beragam jenis kriya, kesenian rakyat dan kuliner yang menegaskan identitas kota sebagai kota budaya dan memperkuat branding “Solo the Spirit of Java”. Budaya merupakan basis dalam mencapai tujuan tata ruang dalam wujud kota kreatif. Eskalasi pengakuan Surakarta sebagai bagian dari jejaring kota kreatif UNESCO bidang kriya dan kesenian rakyat merupakan langkah dalam memperkuat branding dan kontribusi, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui kesiapan Kota Surakarta sebagai kota kreatif bidang kriya dan kesenian rakyat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deduktif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi dengan membandingkan antara hasil dokumen dan literatur dengan hasil wawancara. Kesiapan kota kreatif dirumuskan melalui analisis skoring berdasarkan pendekatan bangunan kota kreatif. Lokasi penelitian dipilih kota Surakarta yang memiliki identitas budaya kuat di bidang kriya dan kesenian rakyat. Surakarta memiliki pilar kota kreatif yang belum berimbang dimana pilar kreasi, produksi, distribusi, dan konsumsi masuk dalam kategori siap, sedangkan pilar konservasi masuk dalam kategori tidak siap. Nilai total kesiapan kota kreatif di tiap pilar adalah 13, sehingga Surakarta masuk dalam kelas siap sebagai kota kreatif.
Pengaruh Faktor Lingkungan Dan Sosial Terhadap Partisipasi Masyarakat Dalam Pemeliharaan Sistem Peringatan Dini Bencana Longsor Kelik Nurhendrawan; Deva Fosterharoldas Swasto
Jurnal Geosains West Science Vol 1 No 03 (2023): Jurnal Geosains West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jgws.v1i03.484

Abstract

Perbukitan Menoreh yang terletak di Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi kekayaan alam namun juga permasalahan bencana alam berupa tanah longsor. Salah satu bentuk mitigasi risiko bencana tanah longsor adalah pembangunan sistem peringatan dini bencana longsor atau Landslide Early Warning System (LEWS). Namun saat ini, sebagian besar LEWS dalam kondisi rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan LEWS. Lokasi penelitian berada di wilayah administrasi Kapanewonan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo yang memiliki bahaya tinggi bencana longsor dan sistem peringatan dini bencana longsor. Penelitian ini bersifat induktif dengan menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif. Penggunaan analisis kualitatif untuk mengetahui partisipasi masyarakat melalui penyusunan konseptualisasi atas fenomena berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LEWS memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai peringatan sebelum terjadi bencana longsor. Namun masyarakat berpartisipasi secara pasif dalam pemeliharaan alat pendukung LEWS. Partisipasi pasif masyarakat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan pembelajaran dalam upaya manajemen bencana khususnya mitigasi risiko dan sistem peringatan dini bencana alam.
THE DISTRICT'S LIVABILITY OF SURAKARTA CITY Lintang Praharyaning Suryono; Deva Fosterharoldas Swasto
Built Environment Studies Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Department of Architecture and Planning, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/best.v4i2.3845

Abstract

Livability is the ability of a place to provide a comfortable and healthy atmosphere for living, doing activities, or working, which is built through urban physical order, accessibility of city services, ease of mobility, an opportunity to participate, and protection of nature so that all residents have a good quality of life. In Indonesia, the city that has the best livability value is Surakarta. However, livability in this city does not seem available to all residents because the service facilities are not evenly distributed in some areas, and many people still live in slums. Therefore, this study was structured to measure the livability of the Surakarta City area using a quantitative deductive approach. The analysis technique used is geospatial data processing and scoring. As a result, the three observed areas have fairly good livability with different scores.