Salah satu alternatif cara mengurangi penggunaan agregat alam dan aspal adalah penggunaan material daur ulang seperti material perkerasan jalan lama atau RAP. Aspal dalam RAP umumnya lebih kaku karena proses penuaan, sehingga perlu dicampur dengan bahan peremaja. Alternatif bahan peremaja berbasis minyak organik yang dapat digunakan untuk peremajaan aspal yang bersifat kaku adalah limbah minyak goreng/ Waste Cooking Oil (WCO). Tujuan penelitian ini menganalisis karakteristik campuran beraspal pada Kadar Aspal Optimum (KAO) dan kadar WCO terbaik. Metode pembuatan campuran beraspal yang digunakan Metode Marshall. Variasi material RAP adalah 25% dan 50%, dengan tambahan aggregat untuk memperoleh gradasi ideal. Pada setiap variasi penggunaan material RAP dibuat variasi campuran dengan peremaja WCO 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% (berat aspal total), dimana untuk setiap variasi RAP dengan variasi bahan peremaja WCO, dibuat variasi kadar aspal 5%; 5,5%; 6%; 6,5%; serta 7%. Kemudian nilai KAOnya ditentukan. Pada campuran dengan 50% RAP diperoleh KAO 6,3%, dan hasil terbaik pada peremaja WCO 8%. KAO pada campuran dengan 25% RAP adalah 6,2%, dengan pilihan peremaja 4% WCO. Karakteristik Marshall campuran memenuhi spesifikasi. Campuran dari 50% RAP dengan 8% WCO memiliki kekakuan dan ketahanan deformasi lebih rendah, namun demikian kinerja campuran ini cukup baik pada uji kelelahan.
Copyrights © 2022