Suatu organisasi yang tentu saja bekerja, baik publik maupun swasta, akan menghasilkan arsip. Arsip adalah catatan kegiatan atau bukti kegiatan organisasi dalam menjalankan fungsi. Secara fungsional, arsip dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu arsip dan arsip statis. Catatan dinamis adalah file yang langsung digunakan oleh organisasi yang dibuat untuk kepentingan operasional organisasi. Sedangkan arsip statis adalah arsip yang pada umumnya tidak lagi digunakan dalam operasional organisasi pencipta tetapi karena memiliki nilai sejarah dan nilai maka arsip tersebut dilestarikan sebagai arsip permanen. Sebagai arsip dinamis, keberadaan arsip yang tidak aktif harus dijaga sesuai aturan arsip karena sifatnya dinamis berarti arsip masih dibutuhkan dalam kegiatan organisasi.Pada umumnya karena frekuensi penggunaan yang menurun menyebabkan arsip yang tidak aktif menjadi terabaikan bahkan tidak terkelola. Dalam kondisi demikian, arsip pada umumnya dalam keadaan tidak beraturan. Penelitian ini berusaha untuk menggali kondisi arsip yang tidak aktif dan memanfaatkan dalam kegiatan organisasi di Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri. Masalah yang diangkat dari penelitian ini adalah bagaimana penataan arsip inaktif dan bagaimana peran arsip inaktif dalam mendukung kegiatan organisasi, serta kendala apa saja yang dihadapi dalam proses penataan arsip inaktif di Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dengan metode kualitatif.Pengumpulan data penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan studi pustaka dokumen. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah kondisi arsip di Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri masih tercampur antara arsip dengan non arsip dan arsip tidak aktif dalam kondisi tidak beraturan.
Copyrights © 2021