Toponimi merupakan studi tentang nama-nama tempat yang diberikan pada kenampakan-kenampakan fisik (gedung) dan kultural. Toponimi juga merupakan bagian dari ranah studi linguistik yang mengkaji tentang asal usul sejarah dan budaya pembentuk dari sebuah penamaan suatu tempat atau wilayah. Sistem penamaan tidak terlepas dari peran bahasa sebagai pelambangan pada setiap objek yang digunakan pengungkap konsep sejarah dan budaya yang berhubungan dengan nalar dan rasa, sehingga gedung yang ada di Sekolah Vokasi UGM (SV UGM) yang merupakan Gedung Cagar Budaya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Proses penelitian ini menggunakan bersifat deskriptif kualitatif. Data diambil melalui studi pustaka, observasi, dan juga melalui wawancara (rekam dan catat) yang kemudian analisis data melalui pendekatan induktif dengan cara kategorisasi toponimi nama gedung melalui sejarah wilayah gedung, asal usul, dan makna dari sistem penamaan gedung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi semantik (bentuk makna) dan sistem penamaan gedung yang berada di area SV UGM terutama Gedung Pantjadharma melalui kajian toponimi, sehingga pelestarian dari penamaan Gedung Pantjadharma yang ada di Sekolah Vokasi UGM dapat terus dipahami nilai sejarahnya dan dilestarikan secara berkelanjutan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah sejarah wilayah gedung merupakan bekas dari bandara pertama di Yogyakarta. Asal usul Gedung SV UGM mengalami berbagai macam fungsi dan penggunaan gedung yang dimulai dari tahun 1952 sampai saat ini, dan makna semantik serta sistem penamaan gedung berasal dari Bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno yang terbentuk berdasarkan proses pendirian gedung dan proses harapan dan doa.
Copyrights © 2022