ABSTRAKKehamilan merupakan suatu proses yang fisiologis dan alamiah dimana setiap perempuan yang memiliki organ reproduksi sehat maka besar kemungkinan akan mengalami kehamilan. Menurut WHO 295.00 ibu hamil yang meninggal ketika proses persalinan tahun 2019, Senam hamil bertujuan merilekskan melatih otot selalu sehat bugar demi persalinan yang aman tanpa penyulit serta trauma persalinan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan senam hamil. Metode pengabdian masyarakat ini berupa pemberian penyuluhan dan pendampingan kader dalam penerapan senam hamil. Jumlah peserta sebanyak 30 kader dengan tujuan agar bisa mempraktekkan senam hamil di lingkungan posyandunya dan mengajak ibu hamil untuk melakukan senam hamil. Kegiatan hari pertama memberikan penyuluhan diawali dengan pemberian pretes dan diakhiri dengan posttest serta pelatihan senam hamil. Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa tingkat pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan semua kader memiliki pengetahuan sebelum diberikan penyuluhan semua kader memiliki pengetahuan kurang terkait senam hamil yaitu sebanyak 30 kader (100%) dan setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan kader meningkat yaitu sebagian besar kader memiliki pengetahuan baik sebanyak 24 orang (83%) 6 orang (17%) memiliki pengetahuan cukup. Setelah diberikan pelatihan semua kader mampu mendemonstrasikan senam hamil kepada ibu hamil agar bisa mengulangi kembali di rumah masing- masing. Kata kunci: pendampingan; senam; hamil ABSTRACTPregnancy is a physiological and natural process in which every woman who has healthy reproductive organs is likely to experience pregnancy. According to WHO, 295.00 pregnant women died during childbirth in 2019, Pregnancy exercise aims to relax, train muscles to stay fit and healthy for safe delivery without complications and birth trauma. This community service aims to increase the knowledge and skills of cadres in carrying out pregnancy exercises. This community service method is in the form of counseling and mentoring cadres in the application of pregnancy exercise. The number of participants was 30 cadres with the aim of being able to practice pregnancy exercises in their Posyandu environment and invite pregnant women to do pregnancy exercises. The activities of the first day of providing counseling began with giving pretest and ending with posttest and pregnancy exercise training. The results of this community service were that the level of knowledge before being given counseling all cadres had knowledge before being given counseling all cadres had less knowledge related to pregnancy exercise, namely as many as 30 cadres (100%) and after being given counseling the level of knowledge of cadres increased, namely most cadres had good knowledge of 24 people (83%) 6 people (17%) have sufficient knowledge. After being given training, all cadres were able to demonstrate pregnancy exercise to pregnant women so they could repeat it at their respective homes. Keywords: assistance; gymnastics; pregnancy
Copyrights © 2023