ABSTRAK: Semakin pesatnya perkembangan teknologi digital di abad ini telah memunculkan sosok Homo Digitalis. Ia adalah makhluk yang dikendalikan oleh media, berfungsi sebagai media serta mampu mengadaptasi iklim teknologi digital. Sebagai bagian dari masyarakat siber yang hidup di era postmodern, ia juga perlu berjumpa dengan berita Injil yang menyelamatkan, karena akibat dosa sosok ini pun tak luput dari penghakiman Allah dan kesuraman hidup. Meskipun Homo Digitalis terjebak dalam pusaran teknologi dan postmodernisme, ia tetaplah merupakan Homo Spiritus yang memiliki kerinduan untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya, khususnya keselamatan dari penghukuman Allah dan kesuraman hidup. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini berusaha menjawab masalah berikut; Bagaimanakah memperjumpakan Injil dengan masyarakat siber di era postmodern dengan mempertimbangkan spiritualitas Homo Digitalis? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan serta menjelaskan jembatan pewartaan Injil kepada masyarakat siber di era postmodern dengan mempertimbangan spiritualitas homo digitalis. Metode yang digunakan adalah menggunakan library research. Sedangkan hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pertama, kerinduan Homo Digitalis untuk selalu terkoneksi dengan yang lain dapat menjadi titik temu untuk memperjumpakannya dengan The Real Connection, yaitu pemulihan hubungan yang intim dengan Allah melalui karya penebusan Tuhan Yesus Kristus. Kedua, ziarah digital sebagai wujud kerinduan Homo Digitalis dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi spiritualnya dapat juga menjadi titik temu untuk memperjumpakan pesan Injil dalam bentuk konten-konten digital yang menarik, interaktif dan inovatif. Ketiga, kecenderungan Homo Digitalis untuk mengaburkan kebenaran perlu diperjumpakan dengan Sang Kebenaran yaitu Yesus Kristus melalui produk-produk digital yang dapat menjadi “magnet” baginya untuk mengenal Kebenaran Sejati.
Copyrights © 2022