Jumlah sampah selalu meningkat setiap hari mengakibatkan penumpukan di tempat pembuangan akhir sampah. Dalam upaya menanggulangi penumpukan sampah, pemerintah mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Terdapat 4 sistem utama di dalam PLTSa, yaitu sistem penanganan bahan bakar, sistem pembakaran, sistem turbin generator, sistem pengolahan gas buang. Pada sistem turbin generator, Energi listrik yang dihasilkan generator didapat dari putaran turbin yang dihasilkan dari energi kinetic uap, untuk menjaga turbin tetap berada pada kedudukannya saat berputar maka terdapat bearing pada poros turbin. Gesekan antara poros dengan turbin menimbulkan panas sehingga dapat mengakibatkan keausan bearing. Untuk mencegah keausan, bearing dilumasi dengan oli sedangkan oli didinginkan pada lube oil cooler yang berbentuk plate heat exchanger. Setiap kurun waktu 6 bulan turbin beroperasi dilakukan proses pembersihan (cleaning) pada komponen PLTSa. Olehkarena itu, nilai evektivitas lube oil cooler sebelum dan sesudah proses cleaning perlu dianalisa guna mengetahui kenaikan performanya. Data berupa temperatur oli diambil dari pembacaan sensor RTD dan kecepatan aliran diukur menggunakan flow meter yang terpasang pada lube oil cooler. Dari data tersebut didapatkan nilai rata– rata efektivitas lube oil cooler sebelum dilakukan cleaning sebesar 16 %, sedangkan untuk niliai rata – rata efektivitas lube oil cooler sesudah dilakukan cleaning rata-rata sebesar 41%.
Copyrights © 2021