Abstrak Seluruh organisasi baik organisasi bisnis dan nonbisnis menghadapi ancaman fraud yang sulit untuk dihindari. Fraud menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperkirakan jumlahnya dengan pasti sehingga organisasi melalui auditor internal harus mampu melakukan mitigasi pada kasus fraud. Penelitian ini mendeskripsikan kompetensi auditor internal dan perlunya kompetensi tersebut terhadap kemampuan pendeteksian fraud. Penelitian ini menggunakan teori konstruktivisme dan teori kompetensi untuk mendeskripsikan kompetensi auditor internal dan pengembangannya dalam melaksanakan pekerjaan mereka, terutama yang berkaitan dengan kemampuan pendeteksian fraud. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Satuan Internal Universitas Negeri Yogyakarta (SPI UNY) melalui teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini memanfaatkan rerangka kompetensi auditor internal The Institute Internal Auditor (IIA). Kompetensi auditor internal dianalisis secara deskriptif dengan reduksi data, penyajian secara naratif, dan penarikan simpulan terhadap kemampuan pendeteksian fraud yang melekat pada fungsi auditor internal SPI UNY.Penelitian ini menyimpulkan bahwa SPI UNY tidak memiliki dan memprioritaskan prosedur pendeteksian fraud sehingga kompetensi belum secara optimal dimanfaatkan untuk pendeteksian fraud. Auditor internal hanya mengandalkan firasat dan perasaan untuk pendeteksian fraud. Padahal, auditor internal telah memiliki kompetensi inti yang baik dalam pelaksanaan pekerjaan rutin.
Copyrights © 2019