Penelitian ini membahas desain sistem manajemen risiko yang dapat diterapkanpada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dengan studi kasus padaUniversitas Gadjah Mada (UGM). Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdeskriptif dengan studi kasus pada UGM. Penelitian mendeskripsikan danmenganalisis desain sistem manajemen risiko yang sebaiknya dijalankan oleh UGMdengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulandata. Data dianalisis menggunakan interactive model, meliputi pengumpulan data,reduksi data, penyajian data, dan simpulan atau verifikasi. Penelitianmenyimpulkan bahwa manajemen risiko telah berjalan di UGM, meskipun belumterstruktur dan sistematis. Oleh karena itu, UGM perlu membentuk struktur, proses,dan prosedur manejemen risiko. Struktur manajemen risiko dapat menggunakanmodel tiga tingkatan pengendalian; tingkat kebijakan dijalankan oleh KomiteAudit, tingkat operasional dijalankan oleh rektor dibantu oleh Kantor Audit Internaldan Kantor Jaminan Mutu sebagai koordinator proses manajemen risiko yangdilakukan oleh unit kerja; tingkat pengawasan dilakukan oleh Komite Audit. Prosesmanajemen risiko dapat menggunakan standar proses manajemen risiko AS/NZS31000:2009 yang terdiri atas proses penetapan konteks, identifikasi risiko, analisisrisiko, evaluasi risiko, penanganan risiko, pemantauan dan review, dan komunikasiserta konsultasi. Prosedur manajemen risiko dapat disusun berdasarkan periodetujuan UGM yang terdiri dari periode lima tahunan, satu tahunan, dan periodewaktu tertentu.
Copyrights © 2018