Tujuan Penelitian: (1) Mengevaluasi apakah sistem pengendalian internal pengelolaan kas yang diterapkan pada Sheraton Mustika Yogyakarta telah berjalan secara memadai; (2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan lemahnya SPI pengelolaan kas pada Sheraton Mustika Yogyakarta; (3) Memberikan saran dan rekomendasi atas hasil evaluasi.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner dengan menggunakan Internal Control Questionnaire (ICQ) sebagai acuan, wawancara mendalam, dan observasi atau pengamatan langsung. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dan dihasilkan simpulan untuk menjawab pertanyaan penelitian.Temuan: (1) Sistem pengendalian internal pengelolaan kas pada Sheraton Mustika Yogyakarta sudah memadai, namun ada hal-hal yang masih perlu diperbaiki; (2) Hal yang masih perlu diperbaiki adalah sebagai berikut: perusahaan belum memiliki jenjang karir yang jelas untuk karyawannya, struktur organisasi belum diperbarui, perusahaan belum mengklasifikasikan risiko rendah, sedang dan tinggi dan penanganannya, perusahaan belum melakukan antisipasi secara optimal terhadap perubahan model bisnis, perusahaan belum memiliki flowchart secara tertulis terkait prosedur penerimaan dan pengeluaran kas, perusahaan belum menyediakan jalur khusus untuk pengaduan (whistle blower); (3) Saran yang diberikan adalah sebagai berikut: membuat standar baku untuk jenjang karir karyawan, menetapkan struktur penanganan risiko kas sesuai dengan kriteria klasifikasi risiko dan penanganannya, membentuk flowchart baku, melakukan online marketing di media sosial, membentuk jalur khusus pengaduan (whistle blower).
Copyrights © 2017