Tujuan penelitian ini ialah untuk mengevaluasi implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kantor Bea Cukai Kudustahun 2015 dan 2016. Penelitian ini berupaya untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian, yaitu1) Bagaimana keselarasan komponen SAKIP mulai dari perencanaan strategis sampai dengan pelaporan kinerja di Kantor Bea Cukai Kudus? 2) Bagaimana kategori indikator kinerja dalam implementasi SAKIP di Kantor Bea Cukai Kudus? 3) Faktor-faktor apakah yang berperan dalam implementasi SAKIP di Kantor Bea Cukai Kudus?Data hasil dokumentasi dan data hasil wawancara dikumpulkan untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian tersebut. Data hasil dokumentasi dievaluasi dengan menggunakan model Performance Blueprint (PB) yang dikembangkan oleh Dr. Paul J. Longo (2002), sedangkan data hasil wawancara dievaluasi dengan menggunakan Siklus Analisis dari Hennink dkk (2011).Penelitian ini menemukan adanya ketidakselarasan antara dokumen rencana strategis, perjanjian kinerja, dan pelaporan kinerja. Indikator kinerja di Kantor Bea Cukai Kudus tahun 2015 dan 2016 sebagian besar berorientasi pada penyedia layanan,belum berorientasipada masyarakat. Selanjutnya, penelitian ini menemukan faktor-faktor yang berperan dalam implementasi SAKIP, yaitu faktor teknis organisasi dan faktor motivasi. Selain itu, tekanan isomorfisma koersif dan normatif ada dalam implementasi SAKIP di Kantor Bea Cukai Kudus.
Copyrights © 2016