Pengukuran kinerja pada sektor publik digunakan untuk menilai pen-capaian kinerja dan memberikan gambaran tentang keberhasilan atau kegagalan dalam rangka mewujudkan akuntabilitas instansi pemerintah. Indikator kinerja sebagai alat untuk mengidentifikasi dan mengukur capaian kinerjanya harus valid, dalam arti mampu menggambarkan kinerja yang sebenarnya. Indikator kinerja juga harus berorientasi pada hasil karena secara langsung dapat menggambarkan pencapaian tujuan.Penelitian ini bertujuan untuk menilai validitas dan orientasi Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan menggunakan kriteria SMART dan four quadrant analysis. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, wa-wancara, kuesioner, dan riset pustaka. Penelitian dilakukan di KPP Pratama Sema-rang Barat dengan fokus penelitian pada IKU eselon III dan unit kerja di bawahnya, yaitu unit eselon IV dan Kelompok Jabatan Fungsional. Penelitian ini tidak mencakup IKU pada level individu atau pegawai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96% IKU eselon III dan 98% IKU eselon IV dan Kelompok Jabatan Fungsional di KPP Pratama Semarang Barat dinyatakan valid. Hasil evaluasi menggunakan four quadrant analysis menunjuk-kan bahwa IKU yang digunakan oleh KPP Pratama Semarang Barat belum berori-entasi pada hasil. Penelitian juga menemukan bahwa kendala dalam penyusunan dan pengimplementasian IKU yaitu pemahaman yang kurang atas proses bisnis DJP, sistem informasi pengelolaan kinerja belum memadai, pemahaman pegawai terhadap pengelolaan kinerja belum merata, dan adanya keterbatasan SDM.
Copyrights © 2013