Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui apakah ada perbedaan model pembelajaran inkuiriĀ terbimbing dan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA. Sampel dalam penelitian ini dilakukan secara random sampling sebanyak dua kelas, dimana kelas pertama sebagai kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas kedua sebagai kelas kontrol diterapkan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen tes kemampuan berpikir kritis dalam bentuk uraian sebanyak 4 soal yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis siswa, dalam hal ini keterampilan berpikir kritis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dari pembelajaran konvensional.Kata Kunci: inkuiri terbimbing, konvensional, dan keterampilan berpikir kritis
Copyrights © 2017